Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pompanisasi dan Korporasi Jadi Solusi Swasembada PanganAFP

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pompanisasi dan Korporasi Jadi Solusi Swasembada PanganAFP Doc: ISTIMEWA
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini pompanisasi dan skema pengelolaan lahan pertanian yang semula dikelola keluarga menjadi korporasi, jadi solusi strategis guna mencapai swasembada pangan, serta menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di pasar pangan global.

"Kami terus mendorong transformasi sektor pertanian di Indonesia melalui pembangunan korporasi pertanian dengan pendekatan klaster dan pemanfaatan teknologi modern, serta pompanisasi, mengingat kedua hal tersebut bisa memacu produktivitas dan daya saing industri pangan domestik," kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (17/9).

Seperti dikutip dari Antara, Mentan mengatakan saat berkunjung ke pertanian Brantley Farming Co di Arkansas, Amerika Serikat (AS), rancangan pertanian korporasi dan pompanisasi yang dilakukan pihaknya sejalan dengan konsep pengelolaan lahan pertanian di Amerika Serikat.

Mentan menyampaikan ciri khas dari pertanian korporasi Brantley Farming Co di Arkansas salah satunya, yakni adanya investasi bersama dalam kelompok untuk mengintegrasikan teknologi pertanian presisi (precision agriculture), sehingga dapat mengoptimalkan proses tanam, irigasi, serta aplikasi pestisida dan pupuk.

Tekan Biaya Produksi

Selain itu, otomatisasi dalam penanaman, penyemprotan, serta panen telah mampu menekan kebutuhan tenaga kerja dan biaya produksi secara signifikan.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan analisis berbasis big data digunakan untuk manajemen tanah, prediksi hasil panen, dan pemantauan efektivitas input produksi seperti varietas bibit padi unggul. Konsep ini juga mengadopsi integrasi vertikal, menggabungkan usaha budi daya dengan pengolahan dan pemasaran, termasuk ekspor.

Amran menyampaikan di Indonesia, Kementerian Pertanian telah mulai mengimplementasikan konsep korporasi dengan cara membangun lahan pertanian baru seluas tiga juta hektare melalui optimalisasi lahan suboptimal, termasuk lahan rawa di Merauke, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Sementara untuk pompanisasi yang tengah dijalankan oleh pihaknya turut selaras dengan konsep modernisasi di wilayah Amerika Serikat tersebut, serta telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam negeri di tengah El Nino.

Menurut dia, berdasarkan data Kerangka Sampling Area (KSA) yang diterbitkan BPS, proyeksi produksi beras pada bulan Agustus sebesar 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan Oktober 2,59 juta ton. Hal tersebut jauh lebih besar dari produksi beras dalam lima tahun terakhir di bulan yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemkot Siapkan Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Jadi Etalase UMKM
    Preview komentar:
    Call Center resmi Bank Panin Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan
    Preview komentar:
    Call Center Bank Panin Nomor WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
    Call Center Bank Panin Nomor WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
  • APBD Perubahan DKI Jakarta Turun, Kini Sebesar Rp79,59 Triliun
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Panin Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Layanan pusat bantuan Bank Panin Nomor WhatsApp resmi layanan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Daerah
Prawirotaman Adakan Festiva...
Daerah
Warga Semarang yang Akan Me...
Olahraga
Real Madrid di Bawah Pelati...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.