Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbudristek Tetap Perluas Akses Pendidikan

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek Tetap  Perluas Akses Pendidikan Doc: Foto tangkapan layar Muhamad Ma'rup
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, dalam Siaran Forum Merdeka Barat 9 secara daring, Selasa (17/9).

Meskipun dalam lima tahun terakhir memfokuskan pada peningkatan kualitas, Kemendikbudristek tetap tidak mengesampingkan perluasan akses pendidikan.

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, memastikan, selama lima tahun terakhir pihaknya tidak mengesampingkan akses pendidikan. Berbagai program dukungan untuk memperluas akses pendidikan telah dilakukan dan berdampak positif.

"Kita fokusnya memang di dalam 5 tahun terakhir peningkatan kualitas namun tidak berarti mengesampingkan akses utamanya terkait dengan anak-anak yang tidak sekolah," ujar Suharti, dalam Siaran Forum Merdeka Barat 9 secara daring, Selasa (17/9).

Dia menerangkan, selama masa pandemi Covid-19, kualitas pendidikan memang berdampak signifikan. Menurutnya, masih ada beberapa daerah yang belum mampu menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara optimal sehingga berdampak pada learning loss.

"Yang terjadi memang ada learning loss, tetapi bisa kita tahan sedemikian rupa tidak separah malah negara-negara lain," jelasnya.

Dukungan Program

Suharti mengungkapkan, terkait akses untuk tingkat sekolah pemerintah memiliki program Kartu Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk pendidikan tinggi. Dua program tersebut mampu menahan anak-anak untuk tidak putus sekolah selama Covid-19.

Dia menambahkan, program tersebut juga membuka akses masyarakat miskin untuk mengenyam pendidikan, bahkan hingga tingkat pendidikan tinggi. Suharti menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kelompok mahasiswa dari keluarga tidak mampu saat ini sekitar 17 persen.

"Bahkan tampak betul menurunkan disparitas antara kelompok termiskin dengan kelompok terkaya itu luar biasa. Di pendidikan tinggi misalnya kelompok yang paling miskin sekitar sekarang sudah 17-an persen tadinya hanya sekitar 7-8 persen," terangnya.

Suharti menerangkan, untuk KIP K tidak hanya membantu biaya uang harian dan buku, tetapi juga membayar uang kuliah. Menurutnya, hal ini membuat mahasiswa dari kelompok tidak mampu lebih berani melanjutkan studi ke pendidikan tinggi karena sudah terjamin.

"Kalau dulu kan sama semua mau di Jakarta mau di Sulawesi mau di Papua sama. Sekarang Kita sesuaikan jadi tingkat kemahalannya disesuaikan dan juga program studi dipertimbangkan yang program studi yang membutuhkan biaya besar seperti kedokteran, teknik tentunya lebih tinggi dari humaniora," katanya.

Dia melanjutkan, untuk tingkat sekolah, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga sudah ada penyesuaian. Dulu satuan biaya antarsekolah sama, tapi dengan penyesuaian ada perbedaan antara yang di daerah perkotaan dan di daerah tertinggal.

"Itu kita sesuaikan jadi berbagai upaya yang kita lakukan tampak betul bisa meningkatkan kinerja pendidikan baik dilihat dari kualitasnya maupun dilihat dari aksesnya," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.