Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Kecam Harris dan Pemandu Acara Debat sebagai 'Pembohong'

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Trump Kecam Harris dan Pemandu Acara Debat sebagai 'Pembohong' Doc: ISTIMEWA
Ket. Mantan Presiden AS, Donald Trump

WASHINGTON - Pascadebat pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) antara mantan presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris, dalam American Broadcasting Company (ABC) Presidential Debate, pekan lalu, Trump menyerukan perdebatan berulang kali antara keduanya sehingga pertarungan kedua antara keduanya tampaknya mungkin terjadi, setelah tim kampanye Harris menyatakan mereka menginginkan debat presiden kedua pada bulan Oktober.

Trump, dalam tayangan Fox News, Sabtu (14/9), mengecam Harris soal kebijakan pemerintah ekonomi AS. "Serikat buruh telah berbuat banyak kepada negeri ini dan saya ingin mengembalikan industri mobil ke Amerika. Tapi kita akan kehilangan industri ini semua akan pindah ke Tiongkok dan negara lain, saya menyebutnya itu pembantaian berdarah," ujarnya.

Trump lalu mengecam keberadaan moderator debat ABC yang dianggap berpihak, dengan kerap harus memeriksa fakta terkait pernyataan-pernyataannya. "Dia sangat satu sisi (berpihak), dan saya memiliki debat yang baik karena hasil jajak saya justru naik setelah acara debat. Mereka ini adalah orang-orang pembohong," katanya.

Trump merujuk tayangan yang menunjukkan orang-orang yang menurutnya seperti ditampilkan seolah bekerja di restoran cepat saji Mc Donalds, tapi kenyataanya mereka tidak bekerja di sana.

"Ini adalah kebohongan besar, kecuali mereka bisa membuktikan sebaliknya, tapi kenyataannya tidak bisa," ujarnya.

Harus Adil

Trump sebelumnya berbincang dengan Sean Hannity dari Fox News setelah debat Selasa malam, di mana ia memuji penampilannya dan menyatakan akan mempertimbangkan untuk berdebat lagi jika dilakukan di jaringan yang adil.

"Saya bersenang-senang, saya rasa itu adalah debat terbaik kami," kata Trump, sebelum mengecam ABC dan moderatornya, David Muir dan Linsey Davis, karena bersikap tidak adil.

"Kami berhadapan dengan tiga lawan satu," tegas Trump.

Trump menegur Harris karena "menghancurkan negara kita" selama wawancara dan menyatakan hal itu disengaja ketika ia meninggalkan kritiknya tentang pekerjaan Harris sebagai wakil presiden dalam pidato penutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.