Transplantasi Mata Pertama Berhasil, Namun Belum Dapat Pulihkan Penglihatan
📅 Selasa, 17 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoKemajuan lainnya adalah terciptanya sepasang panduan bedah cetak 3D yang memungkinkan dokter bedah mengambil jumlah tulang donor yang tepat yang dibutuhkan agar sesuai dengan wajah James. Panduan tersebut didasarkan pada pemindaian tomografi terkomputasi dari wajah donor dan James, dan dipasang di wajah mereka selama operasi.
"Potongan donor pas di sana, seperti potongan puzzle yang dapat dipasang dengan cepat," ujar Ceradini.
Setelah semua ini, tidak seorang pun tahu bagaimana bola mata yang ditransplantasikan akan berperilaku. "Apakah akan menyusut? Apakah retina berfungsi?" ucap dia setengah bertanya.
Sensasi Gatal
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat James terbangun dari operasi, hal pertama yang ia rasakan adalah bau. Setelah dua tahun tidak bisa mencium bau, ia bersyukur, meskipun baunya seperti bau di rumah sakit, kata dia sambil tertawa.
Setelah sekitar satu setengah minggu, James melihat wajah barunya untuk pertama kalinya. Bahkan sekarang, saat ia melewati cermin, ia akan menatap dengan penuh rasa ingin tahu. Ia tidak lagi memakai penutup mata dan masker saat keluar, seperti yang ia lakukan sebelum transplantasi, dan bertambah senang bisa menumbuhkan jenggot lagi.
Mata yang ditransplantasi tidak dapat bergerak atau melihat, tetapi memiliki tekanan normal dan aliran darah yang baik, dan retina merespons cahaya. James pun dapat merasakan sensasi gatal di rongga mata, dan rasa gatal di sekitar mata mulai pulih.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saraf tepi di sekitar mata tumbuh kembali secara acak," kata Ceradini.
Tidak jelas apakah transplantasi mata yang membuat penerimanya mendapatkan kembali penglihatannya suatu hari nanti dapat dilakukan. Ceradini menganggap hal itu adalah tujuan yang dapat dicapai dalam waktu dekat.
Pomahac tidak setuju. Namun, keduanya setuju bahwa bagian penting yang hilang untuk mencapainya adalah mencari cara untuk meregenerasi saraf optik. Pomahac berpendapat bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan. "Itu mungkin terjadi jika kita menemukan cara untuk meregenerasi otak atau sumsum tulang belakang," kata dia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!