Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Lonjakan Inflasi, Pemkot Surabaya Dirikan Kios TPID di Pasar Tradisional

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Lonjakan Inflasi, Pemkot Surabaya Dirikan Kios TPID di Pasar Tradisional Doc: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat bertemu dengan pedagang di Pasar Kembang Surabaya.

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok salah satunya mendirikan kios atau warung Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di pasar tradisional.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat mengatakan saat ini ada sekitar 40 kios atau warung TPID di pasar yang dikelola PD Pasar Surya di antaranya berada di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambahrejo Surabaya.

Ia menginstruksikan Bagian Perekonomian dan PD Pasar Surya untuk mendirikan Kios TPID yang belum tersedia di pasar salah satunya yang belum tersedia di Pasar Kembang Surabaya.

"Karena itu saya minta kios TPID-nya harus dikuatkan lagi. Saya sudah instruksikan ke Asisten 2, Bagian Perekonomian dan PD Pasar Surya untuk membuat TPID di setiap pasar," kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, saat melakukan tinjauan di Pasar Kembang ditemukan pedagang yang masih menjual minyak goreng dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Alhamdulillah semua harga sudah terpantau normal, seperti beras, gula dan ayam. Namun minyak dalam satu bulan ini HET-nya Rp15.700, tapi pedagang dapatnya Rp15.500, kadang ada yang Rp15.700," katanya.

Ia menekankan pentingnya penguatan Kios TPID di Pasar Kembang untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus menjadi tempat kulakan bahan pokok bagi para pedagang di pasar setempat.

"TPID menyediakan bahan pokok, seperti beras, gula dan minyak. Tapi tidak dibuat eceran, dibuat pedagang kulakan. Jadi pedagang ini mendapat kepastian harga HET pemerintah," ucapnya.

Ia mendorong, PD Pasar Surya agar aktif melakukan pengecekan harga bahan pokok di pasar untuk memastikan apakah harga bahan pokok di pasar sudah sesuai HET atau dalam kondisi naik.

"Nah, setiap waktu, setiap saat, PD Pasar harus mengecek itu, sambil dilihat apakah harga naik atau tidak," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

17 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.