Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data-data Ekonomi AS yang Jadi Acuan The Fed Cenderung Variatif

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 00:16 WIB | Oleh:
Data-data Ekonomi AS yang Jadi Acuan The Fed Cenderung Variatif Doc: ISTIMEWA
Ket. The Federal Reserve System

JAKARTA - Data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menjadi acuan the Fed saat ini masih cenderung variatif, sehingga memunculkan potensi the Fed tidak akan terlalu signifikan menurunkan tingkat suku bunga acuannya pada akhir tahun.

"Memunculkan potensi the Fed tidak akan terlalu signifikan menurunkan tingkat suku bunga acuannya pada akhir tahun," ujar Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina dalam Media Day: September 2024 bertajuk "Capitalizing on Rate Cuts: Driving Retail & Stock Market Growth in the 4Q", di Jakarta, Kamis (12/9).

Seperti dikutip dari Antara, Data Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi Agustus 2024 mencapai 2,5 persen, atau lebih rendah dari Juli 2024 yang sebesar 2,9 persen dan proyeksi ekonom yang sebesar 2,6 persen.

Namun demikian, inflasi inti sebesar 0,3 persen month to month (mtm), lebih tinggi dari proyeksi sebesar 0,2 persen, di mana secara tahunan inflasi inti mencapai 3,2 persen year-on-year (yoy) sejalan dengan estimasi analis.

Sementara itu, data nonfarm payrolls (NFP) naik di bawah ekspektasi pada Agustus, namun tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen dari level tertinggi tiga tahun di 4,3 persen pada bulan Juli 2024.

Terkait sentimen dalam negeri, Martha tidak memungkiri masih ada sentimen negatif yang membayangi, di antaranya data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 48,9 pada Agustus 2024.

Defisit Fiskal

Selain itu, juga defisit fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang akan ditargetkan lebih tinggi.

"Tahun depan dari Tiongkok sebagai partner dagang kita terbesar 20 persen. Dengan mereka masih bermasalah, akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," ujar Martha.

Martha memproyeksikan the Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuannya total mencapai 75 basis poin pada sisa akhir tahun 2024. Pada 18 September 2024 ini, the Fed akan melakukan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin terlebih dahulu.

"Saya rasa, dari interest rate sendiri, kami memperkirakan memang tiga kali pemangkasan, sejauh ini minimal, untuk the Fed sebesar 75 basis poin minimal," ujar Martha.

Seiring dengan itu, bank sentral dalam negeri yaitu Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan memangkas tingkat suku bunga acuannya hingga mencapai level 5,75 persen. "Artinya, ada sekitar dua kali pemangkasan untuk Bank Indonesia rate," ujar Martha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.