Di Singapura, Paus Fransiskus Memohon Agar Pekerja Migran Dibayar Secara Adil
📅 Kamis, 12 Sep 2024, 11:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Yahoo/AFP/Tiziana FABI
SINGAPURA - Paus Fransiskus pada hari Kamis (12/9) memohon agar para pekerja migran dibayar secara adil saat mengunjungi Singapura dalam perhentian terakhir lawatannya di Asia-Pasifik.
Paus berusia 87 tahun itu mengatakan "perhatian khusus" harus diberikan untuk "melindungi martabat pekerja migran" dalam pidatonya kepada para pemimpin politik, kelompok sipil, dan pejabat tinggi Singapura.
"Para pekerja ini memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat dan seharusnya dijamin upah yang layak," katanya.
Diperkirakan ada 170 juta pekerja migran di seluruh dunia, sekitar lima persen dari tenaga kerja global, menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Sebagian besar tinggal di Eropa, Asia Tengah, dan Amerika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun tenaga kerja murah telah berperan penting dalam pesatnya perkembangan kota-kota metropolitan seperti Dubai, Doha, dan Singapura.
Sekitar 300.000 pekerja migran bergaji rendah diperkirakan bekerja keras di Singapura.
Para pendukungnya mengatakan mereka tidak memiliki perlindungan memadai terhadap eksploitasi dan terkadang mengalami kondisi hidup yang buruk, sesuatu yang dibantah oleh pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Isu ini mengemuka selama pandemi Covid-19, ketika puluhan ribu pekerja migran secara paksa dikurung di asrama.
Banyak migran di Singapura berasal dari Asia Selatan dan Filipina, yang memiliki mayoritas penganut Katolik yang besar dan taat.
Paus tidak secara khusus merujuk pada pekerja di Singapura, tetapi komentarnya kemungkinan akan membuat pemerintah negara itu gelisah.
Paus asal Argentina itu sebaliknya memuji tuan rumahnya, memuji semangat kewirausahaan, kecerdikan dan dinamisme manusia yang membangun "gedung pencakar langit ultra-modern".
"Singapura merupakan gabungan berbagai suku bangsa, budaya, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis," katanya, menggambarkan populasi hampir enam juta orang itu sebagai cahaya terang bagi dunia.
"Saya mendorong Anda untuk terus bekerja demi persatuan dan persaudaraan umat manusia, serta demi kebaikan bersama semua orang dan semua negara," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!