Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Singapura, Paus Fransiskus Memohon Agar Pekerja Migran Dibayar Secara Adil

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 11:14 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sekitar 30 persen penduduk Singapura beragama Buddha, 20 persen tidak beragama, dan sisanya merupakan campuran Katolik, Protestan, Tao dan Hindu.

Singapura adalah perhentian terakhir dalam lawatan Paus selama 12 hari ke empat negara di Asia-Pasifik yang bertujuan untuk meningkatkan kedudukan Gereja Katolik di kawasan terpadat di dunia.

Fransiskus telah menentang keraguan mengenai kesehatannya selama perjalanan yang membawanya dari masjid agung Jakarta ke hutan terpencil di Papua Nugini.

Meskipun baru-baru ini menjalani operasi hernia dan berjuang melawan serangkaian masalah pernapasan, ia telah melaksanakan puluhan kegiatan publik, memberi semangat kepada jemaat, dan berulang kali duduk selama berjam-jam di tengah panasnya cuaca tropis yang terik.

Di Timor Timur, ia mengadakan misa di hadapan 600.000 umat beriman -- hampir separuh populasi negara itu.

Meskipun jumlah pengunjung di Singapura jauh lebih sedikit, kelompok-kelompok berbaris di sepanjang jalan utama dan berusaha untuk melihat sekilas kepala Gereja Katolik.

Keamanan ketat, jalan-jalan ditutup dan polisi berjaga di sejumlah penghalang jalan.

Welinda Elorde, seorang penyintas kanker berusia 56 tahun datang dari Filipina untuk menghadiri acara tersebut.

"Saya rasa saya akan menangis saat melihatnya. Saya bisa merasakan emosinya sekarang," katanya."Saya berharap kesembuhan total."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.