Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspor Listrik Pacu Investasi EBT

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 11:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Listrik Pacu Investasi EBT Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Perdagangan listrik lintas batas yang diwacanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menggairahkan investasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air. Langkah itu penting untuk menyiasati melambatnya permintaan listrik energi hijau di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai perdagangan listrik lintas batas itu langkah bagus untuk sektor EBT. Menurut Fabby, terobosan ini bisa membangkitkan listrik hijau untuk menarik investasi dan mempercepat pembangunan ekosistem energi terbarukan.

"Ini bagus karena di dalam negeri permintaan listrik hijau belum banyak, menjual ke negara lain menjadi demand push untuk teknologi," ungkap Fabby kepada Koran Jakarta, Senin (9/9).

Dengan potensi energi terbarukan yang mencapai 3.700 gigawatt (GW), papar Fabby, pilihan menjual ke negara tetangga tidak akan membuat pasokan EBT ke dalam negeri berkurang saat ini dan di masa depan. Pemerintah Indonesia memandang perdagangan listrik lintas batas tak hanya menjadi kesempatan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat sistem dan ketahanan energi nasional dan regional.

Koordinator Perencanaan Transmisi Listrik Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Muhadi, mengatakan perdagangan listrik lintas batas memungkinkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi regional melalui integrasi sistem kelistrikan yang lebih efisien dan stabil.

"Perdagangan listrik lintas batas dapat meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan dengan cara diversifikasi sumber energi, saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan listrik, serta meminimalisir risiko gangguan pasokan listrik," ujarnya dalam sesi tematik Indonesia International Sustainability Forum 2024 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Efisiensi Operasional

Dia memandang kolaborasi lintas negara dalam perdagangan listrik dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan biaya produksi serta distribusi listrik. Selain itu, perdagangan listrik diyakini dapat mempercepat adopsi teknologi energi bersih dan menarik investasi dalam proyek energi hijau, serta menciptakan pasar energi yang lebih adil dan transparan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Meskipun menawarkan banyak manfaat, perdagangan listrik lintas batas disebutnya dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti perbedaan regulasi, infrastruktur yang belum memadai, dan masalah keamanan dan stabilitas jaringan listrik. Pengembangan infrastruktur transmisi lintas batas merupakan prioritas utama untuk memfasilitasi aliran listrik antarnegara dan mewujudkan integrasi energi regional.

Indonesia sebelumnya menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan Singapura terkait pengembangan industri manufaktur energi terbarukan, seperti produksi panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) untuk mendukung perdagangan listrik lintas batas. Ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak investasi dalam sektor energi terbarukan di Indonesia, khususnya industri panel surya.

Kemitraan ini diyakini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Singapura, dengan kapasitas finansial lebih besar, dapat mempercepat upaya mengurangi emisi karbon. Sementara itu, Indonesia dapat mengembangkan industri panel surya dalam negeri.

Terkait energi hijau, pemerintah mengusulkan beberapa skema baru terkait pemanfaatan bersama jaringan transmisi melalui Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET). Skema ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan energi bersih dan meningkatkan efisiensi penggunaan jaringan transmisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.