Timor Leste Bersiap Sambut Kunjungan Paus Fransiskus, Pertama Kali Sejak Merdeka
📅 Senin, 09 Sep 2024, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Firdia Lisnawati
DILI - Umat ??Katolik di Timor Leste sangat ingin bertemu Paus Fransiskus sebelum kedatangannya di ibu kota Timor Leste pada hari Senin (9/9). Mereka melakukan ziarah dari kota-kota yang jauh dan menyeberang selama berjam-jam melintasi perbatasan dengan Indonesia.
Di Dili, kota tepi laut yang diapit oleh pegunungan dan perairan biru kehijauan Selat Ombai, persiapan untuk kunjungan tiga hari Paus berjalan lancar. Bendera Vatikan berkibar tinggi, jalan-jalan dibersihkan, dan pihak berwenang merelokasi para penghuni jalanan yang miskin.
Negara termuda di Asia Tenggara ini memiliki sejarah rumit yang ditandai oleh penjajahan Portugis selama berabad-abad, pendudukan selama puluhan tahun oleh negara tetangga Indonesia, dan referendum yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memungkinkannya melepaskan diri.
Pada hari Senin, Fransiskus akan menjadi Paus pertama yang mengunjungi negara mayoritas Katolik itu sejak merdeka tahun 2002. Puncak acara berupa misa besar yang diperkirakan akan menarik 700.000 umat Katolik.
Ini adalah perjalanan ketiga dari lawatan 12 hari Paus berusia 87 tahun asal Argentina itu ke Asia-Pasifik, perjalanan terpanjang selama masa kepausannya, setelah mengunjungi Indonesia dan Papua Nugini, dan akan berakhir di Singapura.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan ini menjadi kunjungan kedua kepausan ke Timor Leste sejak agama Katolik datang bersama para misionaris pada abad ke-16, setelah Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Perjalanan Paus Fransiskus telah menimbulkan kegembiraan di negara paling Katolik di luar Vatikan, tempat sekitar 98 persen dari 1,3 juta penduduknya adalah penganut Katolik.
"Saya sangat gembira dengan kunjungan Paus ke negara kami," kata Evan Pereira (22), yang membantu melukis mural sebelum perjalanan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berharap Pesan Perdamaian
Negara ini secara resmi merdeka pada tahun 2002, setelah melepaskan diri dari Indonesia.
Pemimpinnya masih berasal dari "Generasi 75", yang dipandang sebagai pahlawan kemerdekaan yang membebaskan negara, yang paling terkenal adalah pemenang Nobel Presiden Jose Ramos-Horta.
Penduduk setempat mengatakan mereka ingin Paus membawa pesan kerukunan, seperti yang dilakukannya di Indonesia beberapa hari sebelumnya.
"Saya berharap melalui kunjungan ini Papa Francisco akan membawa pesan perdamaian," kata Francisco Amaral da Silva, seorang dosen berusia 58 tahun.
Jadwal Paus Fransiskus mencakup pertemuan dengan para Jesuit, anak-anak, dan umat Katolik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!