Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Timor Leste Bersiap Sambut Kunjungan Paus Fransiskus, Pertama Kali Sejak Merdeka

📅 Senin, 09 Sep 2024, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bukan hanya warga Timor dari seluruh negeri yang akan bergabung dengan massa besar di daerah lahan basah luas yang dikenal sebagai Tasitolu.

Kantor Imigrasi di Nusa Tenggara Timur, Indonesia memperkirakan bahwa 1.000 orang akan melintasi perbatasan untuk kunjungan tersebut.

Bagi umat Katolik di sana, perjalanan bus selama berjam-jam ke Dili merupakan perjalanan yang lebih pendek dan lebih murah daripada bepergian ke misa kepausan di Jakarta, ibu kota Indonesia, minggu lalu.

Beberapa yang tidak akan hadir adalah penduduk setempat yang menurut kelompok hak asasi manusia rumahnya telah dihancurkan sebagai persiapan untuk misa.

Buldoser dilaporkan telah meratakan rumah-rumah di daerah Tasitolu untuk memberi jalan bagi kerumunan besar yang akan berkumpul, sementara pemerintah mengklaim bahwa rumah-rumah itu dibangun secara ilegal.

Meskipun Timor Leste beragama Katolik taat, negara ini juga merupakan salah satu negara termiskin di dunia, sangat bergantung pada pendapatan minyak dan gas yang menurut para ahli dapat habis dalam beberapa tahun.

Meski begitu, pemerintah tetap menggelar karpet merah untuk Paus Fransiskus.

Gereja telah mengalokasikan 12 juta untuk kunjungan tersebut, termasuk 1 juta dollar untuk altar misa saja -- yang pada hari Minggu berdiri di samping sebuah salib besar.

Dengan sekitar 42 persen penduduk Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan, Paus Fransiskus kemungkinan akan menyentuh isu ekonomi dan sosial.

Yang lain memanfaatkan kunjungannya untuk mencari uang cepat.

Guru Silverio Tilman, 58, mendirikan kios jalanan di Dili yang menjual barang dagangan Paus, meraup 600 dollar dalam dua hari, lebih dari dua kali lipat gaji bulanan rata-rata.

Di antara masalahnya, Timor Leste diselimuti kasus dugaan korupsi pemerintah, kekerasan berbasis gender yang serius, kekerasan dalam rumah tangga terhadap penyandang disabilitas, dan pekerja anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.