Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah, Polisi, Masyarakat Kubur 17 Ekor Paus yang Mati Terdampar di Pesisir

📅 Senin, 09 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah, Polisi, Masyarakat Kubur 17 Ekor Paus yang Mati Terdampar di Pesisir Doc: ANTARA/Ho-DKP Alor
Ket. Sejumlah paus pilot terdampar di pesisir pantai di Alor, NTT.

Kupang - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama dengan masyarakat dan aparat kepolisian di Alor menguburkan 17 ekor mamalia paus pilot(Globicephala macrorhynchus)setelah ditemukan mati terdampar di pesisir pantai Liliweri.

"Jadi yang benar setelah dicek kebenarannya hanya ada 17 ekor paus pilot yang ditemukan terdampar dan mati dari informasi sebelumnya ada 50 ekor yang terdampar," kata Kepala Cabang DKP NTT di Alor Saleh Goro saat dihubungi dari Kupang, Minggu.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan hasil pengecekan terdamparmamalia paus di pesisir pantai Liliweri, di Kabupaten Alor.

Dia menjelaskan bahwa saat tim dari DKP dan aparat kepolisian tiba di lokasi terdamparsejumlah paus tersebut, tim menemukan paus itu sudah dalam posisi terapung dan sudah mati.

Di beberapa bagian tubuhnya sudah terdapat luka-luka akibat terkena gesekan batu karang yang ada di pesisir pantai Liliweri tempat terdamparnya paus itu.

"17 ekor paus yang telah mati dengan jarak masing-masing sekitar 10 sampai 15 meter," tambah dia.

Pihaknya menduga mamalialain yang mati telah hanyut terbawa arus dan gelombang ke tengah lautan pada malam hari saat air laut pasang naik.

Dia menambahkan sebelum dikuburkan, pihaknya mengambil sampel dari bangkai paus pilot tersebut untuk diserahkan ke UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya guna dikirim ke Laboratorium di Bali untuk dilakukan penelitian penyebab kematian paus tersebut.

Saleh menambahkan bahwa saat penanganan paus terdampar tersebut,Kapospol Sektor Pureman telah berkoordinasi dengan Kasi PSDKP UPTD Wediawati Djakaria mengenai SOP Penanganan Mamalia Terdampar dan Teknik Pengambilan sampelnya serta menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak boleh di konsumsi guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.