Malaysia Ungkap Penyebab Jalan Ambles yang Menelan Turis India
📅 Senin, 09 Sep 2024, 14:46 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC/Kuala Lumpur Fire and Rescue Department
PETALING JAYA - Tragedi mengenaskan menimpa seorang turis India yang sedang berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia. Ia terjatuh ke dalam lubang pembuangan yang tiba-tiba muncul di sepanjang Jalan Masjid India, Kuala Lumpur pada 23 Agustus lalu.
Vijayaletchumy (48) sedang berjalan di trotoar beton di luar Malayan Mansion ketika lubang pembuangan sedalam 8 meter tiba-tiba terbuka dan menelannya hidup-hidup.
Upaya pencarian dan penyelamatan telah dilakukan namun korban belum ditemukan. Sementara itu, seorang ahli air limbah khawatir korban tidak mungkin selamat dari aliran air berkecepatan tinggi di sepanjang saluran pembuangan.
Operasi pencarian selama sembilan hari akhirnya dihentikan berdasarkan evaluasi lokasi dan saran teknis dari para ahli, kata Dr Zaliha Mustafa, seorang menteri di Departemen Perdana Menteri (Wilayah Federal) Malaysia, seperti dikutip India Today.
"Setelah sembilan hari pencarian dan penyelamatan (SAR) dan pertimbangan dari Kabinet serta para ahli termasuk polisi, tim pencari, ahli geologi dan lainnya, kami memutuskan untuk menghentikan upaya pencarian hari ini," kata Mustafa kepada wartawan di lokasi lubang yang runtuh pada Minggu (1/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pada titik ini, kami juga harus mempertimbangkan keselamatan personel SAR yang terlibat karena kondisi SAR sangat menantang," katanya
Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia dalam situsnya memaparkan penyebab munculnya lubang di jalanan di Kuala Lumpur. Menurut kementerian, amblesnya jalan disebabkan oleh erosi yang terjadi di bawah permukaan tanah, yakni ketika area bawah tanah tidak mampu lagi menampung beban permukaannya.
Fenomena ini biasanya terjadi di daerah yang permukaan batuannya terdiri dari batu kapur atau batuan karbonat bentuk lain, lapisan garam, dan bahan lain yang dapat larut secara alami oleh air tanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika air yang mengalir perlahan-lahan mengikis fondasi bawah tanah dan membuat batuan dasar tidak stabil, gua-gua baru yang tersembunyi pun muncul. Hal ini menyebabkan permukaan runtuh dan menciptakan lubang runtuhan.
Dijelaskan, erosi bawah tanah dapat terjadi secara alami maupun akibat aktivitas manusia.
Pergerakan air adalah kekuatan alam yang ada di mana-mana di dunia kita. Hal ini tidak hanya membentuk lanskap yang terlihat oleh kita, seperti puncak karst dan tumpukan laut, namun juga menciptakan sungai dan gua bawah tanah yang tersembunyi.
Medan batu kapur sangat rentan terhadap erosi air. Curah hujan menyerap karbon dioksida dari tanah sebelum menyatu dengan air bawah tanah, menjadikannya sedikit asam.
Aliran air ini mengikis sub-medan batu kapur dan menciptakan jaringan rongga dan rongga. Negara bagian Florida di AS, yang wilayah geografisnya sebagian besar terdiri dari batu kapur, sangat rentan dengan hal ini.
Kecelakaan akibat lubang runtuhan juga disebabkan oleh urbanisasi yang pesat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!