KPNas: Transformasi Kelola Sampah di Pantura Jabar Suatu Keharusan
📅 Senin, 09 Sep 2024, 15:32 WIB | Oleh: Tim PenulisFerry Dwi Cahyadi, Kukuh Widiyanto, Kukuh Prakoso dalam UPI (2021) menulis, berdasarkan hasil kegiatan gerakan bersih pantai dan laut ditemukan fakta bahwa sampah yang dijumpai di pesisir Pulau Tunda kebanyakan berupa sampah plastik, seperti air minum kemasan, styrofoam, dan pembungkus makanan.
Wilayah pantai utara Provinsi Banten berkesesuian dengan hasil kajian Soleman dkk. (2012), di dalam kajian tersebut wilayah utara dan barat Provinsi Banten memiliki kerawanan yang tinggi untuk terjadinya bencana abrasi dan banjir. Konteks ini bagian dari kesimpulan studi "Kerentanan Pesisir di Pantai Utara Provinsi Banten", yang dilakukan Peri Rahmati dan Dian N Handiani dari Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung (2021).
Selain, itu kerentanan di era modern ini, zaman serba plastik adalah tentang berbagai limbah padat dan cair yang bermuara di pantai dan laut Serang Banten dan Jawa Bagian Barat. Jika dibiarkan, akan menambah kontribusi pencemaran pantai dan laut. Bertambahnya mikro plastik dimakan ikan-ikan dan biota laut. Sejak 15 atau 20 tahun sejak reformasi, atau setelah jadi provinsi tersendiri, wilayah Banten mengalami kemajuan pembangunan pisik, sektor komersial dan jasa modern semakin pesat.
Lahan daratan, persawahan, rawa-rawa, pesisir pantai diubah menjadi area industri besar, perumahan, tempat perdagangan dan jasa modern, hotel/penginapan, café, tempat wisata, tambak, pelabuhan, dll. Bahkan, Pantura Jawa Bagian Barat sedang dibangun kota-kota modern mandiri bertaraf internasional, mulai dari Tarumaja Bekasi, Marunda Center hingga Teluk Naga, mungkin sampai ke ujung kulon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu belum diikuti oleh transformasi perbaikan infastruktur, teknologi dan aspek lain dalam pengelolaan sampah. Perbaikan pengelolaan sampah menjadi kunci dan lebel dari kemajuan pembangunan, budaya dan peradaban manusia di wilayah Pantura Jawa Bagian Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!