PM Jepang Janjikan Hubungan Lebih Hangat dengan Korsel
📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Lee Jin-man
SEOUL - Perdana Menteri Jepang yang akan lengser, Fumio Kishida, pada Jumat (6/9) tiba di Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri putaran pembicaraan terakhir dengan harapan dapat mempererat hubungan antara kedua negara sebelum ia meninggalkan jabatannya.
Kedua negara yang merupakan sekutu keamanan utama Amerika Serikat (AS), telah lama berselisih pendapat mengenai masalah historis yang terkait dengan pendudukan brutal Jepang di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945, termasuk perbudakan seksual dan kerja paksa.
Namun Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, telah berupaya untuk mengubur masalah tersebut dalam beberapa tahun terakhir dengan memulai kembali inisiatif perundingan rutin dengan PM Kishida dan meningkatkan kerjasama militer dalam menghadapi meningkatnya ancaman dari Korea Utara (Korut) yang memiliki senjata nuklir.
"Berdasarkan kepercayaan yang kuat antara kedua negara, hubungan antara Korea dan Jepang telah meningkat secara signifikan selama satu setengah tahun terakhir," kata Presiden Yoon selama pembicaraan. "Masih ada masalah-masalah sulit dalam hubungan Korea-Jepang. Saya berharap dapat bekerja sama dengan cara yang berwawasan ke depan sehingga langkah kita menuju masa depan yang lebih cerah dapat terus berlanjut," imbuh dia.
Sedangkan PM Kishida sebelum keberangkatannya berkata pada wartawan bahwa mengingat lingkungan strategis saat ini di sekitar kedua negara, maka kerjasama Jepang-Korsel menjadi semakin penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hubungan Jepang-Korsel telah membaik pesat di bawah kepemimpinan saya dan Presiden Yoon, dan kami ingin membahas cara memperkuat kerjasama dan komunikasi kita secara berkelanjutan," kata dia.
Perjalanan PM Kishida yang merupakan pertemuan puncaknya yang ke-12 dengan Presiden Yoon, akan memungkinkan kedua pemimpin untuk bertukar pendapat secara terbuka dan menegaskan arah hubungan bilateral kita di masa depan.
PM Kishida mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang telah berkuasa lama ketika masa jabatannya berakhir bulan ini. LDP yang konservatif diperkirakan akan memutuskan pemimpin baru pengganti Kishida pada tanggal 27 September mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesempatan Penting
Sementara itu Korsel mengatakan bahwa kedua pemimpin berencana untuk membahas arah masa depan kerjasama Korea-Jepang, kerjasama regional, dan kerjasama global.
"Membaiknya hubungan antara Tokyo dan Seoul juga telah secara signifikan memperkuat kerja sama keamanan trilateral dengan AS dalam menanggapi ancaman nuklir dan misil Korut," kata kantor berita Yonhap pada Jumat.
Tahun lalu, Presiden Yoon dan PM Kishida bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden, di Camp David, untuk pertemuan puncak yang bertujuan meningkatkan tanggapan bersama mereka terhadap Korut.
Media Jepang melaporkan bahwa PM Kishida mungkin juga melakukan kunjungan terakhir ke Washington DC sebelum mengundurkan diri.
"Kunjungan Kishida, yang dilakukan tiga pekan sebelum masa jabatannya berakhir, menunjukkan keinginan dan tindakannya untuk melanjutkan momentum peningkatan hubungan antara kedua negara," kata Choi Eun-mi, seorang peneliti di Asan Institute for Policy Studies kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!