Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Ponorogo Terus Pantau Dampak Penurunan Debit Waduk Bendo

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 21:36 WIB | Oleh:
Pemkab Ponorogo Terus Pantau Dampak Penurunan Debit Waduk Bendo Doc: ANTARA/HO - Prastyo
Ket. Kondisi bendungan Bendo yang mengalami penurunan debit air.

PONOROGO - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terus memantau penurunan debit air Waduk Bendo selama kemarau, demi mengantisipasi dampak kekeringan yang memengaruhi pertanian daerah itu.

"Kami terus memantau perkembangan dan menerima laporan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) terkait kondisi (debit) Waduk Bendo," kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di Ponorogo, Jumat.

Dia menjelaskan kondisi turunnya debit air bendungan saat kemarau merupakan hal yang wajar.

"Bendo menyusut itu kalau kemarau pasti menyusut. Karena suplai air dari atas berkurang. Tapi masih bisa berfungsi," katanya.

Mengacu data BBWS debit air bendungan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 7 September 2021 tersebut, volume airnya tersisa 50 persen dari kapasitas maksimal.

Maksimal kapasitas volume air bendungan tersebut bisa mencapai 43.457.979,43 meter kubik, sedangkan saat ini tinggal 26.346.454,56 meter kubik.

Kondisi tersebut dimungkinkan terus bertambah seiring belum adanya tanda-tanda penghujan.

Ia memastikan kondisi tersebut tidak akan memengaruhi kondisi pertanian, sebab diperkirakan volume air saat ini masih mampu mencukupi kebutuhan air di lahan pertanian di enam kecamatan sekitarnya.

"Memang tidak sebagus normalnya, tapi dipastikan air untuk pertanian tercukupi dan tidak memengaruhi hasil pertanian," katanya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo Tri Budi juga menyampaikan hal yang sama. Jika bendungan Bendo masih mampu mencukupi kebutuhan air di sektor pertanian.

"Ada di enam kecamatan dan semua aman-aman saja. Enam kecamatan itu ada di Kecamatan Sawoo, Sambit, Jetis, Mlarak, Siman, dan Ponorogo kota," katanya.

Secara rinci, ia menjelaskan ada sekitar dua ribu hektare lahan yang bergantung pada aliran Bendungan Bendo.

Selama ini tidak mengalami kendala terutama pasokan air sejak bendungan tersebut diresmikan, meski mengalami kemarau.

"Sumber masih ada terus dari atas, tapi ya tidak sebesar saat musim penghujan. Dengan luas lahan yang dialiri 1.900 sampai dua ribu hektare," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.