Paus: Dialog Antaragama dapat Menghapus Prasangka
📅 Jumat, 06 Sep 2024, 23:11 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIa juga memuji potensi maritim serta keragaman sumber daya alam, hayati, jyga budaya saling menghargai, serta aneka budaya, suku, agama dan bahasa yang ada di Indonesia.
"Adalah kerangka yang tak tergantikan, dan menyatukan, menjadikan Indonesia sebuah bangsa yang bersatu dan bangga," ujarnya.
Menurut Paus asal Argentina ini, semboyan Bhineka Tunggal Ika telah mengungkapkan realitas aneka sisi dari berbagai orang yang disatukan dengan teguh dalam satu bangsa.
Semboyan ini lanjutnya, juga memperlihatkan sebagaimana keragaman hayati yang ada di negara kepulauan ini adalah sumber kekayaan dan keindahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Demikian pula perbedaan-perbedaan berkontribusi dalam pembentukan mozaik yang sangat besar, yang masing-masing keramiknya menciptakan karya besar yang otentik yang berharga."
"Kerukunan tercapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan bersama dari semua orang. Dan ketika setiap kelompok suku dan denominasi keagamaan bertindak dalam semangat persaudaraan, seraya mengejar tujuan luhur dengan melayani kebaikan bersama," tutur Paus.
Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk berpartisipasi secara bersama dengan solidaritas sebagai unsur hakiki untuk memberi solusi yang tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk menghindari kejengkelan yang muncul dari perbedaan, dan mengubah perlawanan menjadi kerja sama yang efektif."
Paus menyebutkan, keseimbangan yang bijaksana namun rentan ini, antara kemajemukan budaya yang luas dan ideologi - ideologi yang berbeda, dan cita- cita yang mempererat persatuan, harus dibela terus dari ketimpangan.
"Ini adalah ketrampilan yang dipercayakan kepada semua orang. Tapi secara khusus bagi mereka yang terlibat dalam politik, adalah yang harus memperjuangakan kerukunan dan rasa hormat atas hak-hak dasar manusia, pembangunan berkelanjutan, solidaritas dan upaya mencapai perdamaian, baik di dalam masyarakat maupun dengan bangsa-bangsa serta negara-negara lain."
Dia mengatakan, Gereja Katolik bekerja untuk melayani kebaikan bersama dan berkeinginan untuk menguatkan kerja sama dengan berbagai lembaga negara dan aktor-aktor lain dalam masyarakat sipil, mendorong pembentukan struktur sosial yang lebih seimbang dan memastikan pembagian bantuan sosial yang lebih efisien dan adil.
Berkaitan dengan itu, Paus merujuk pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Anda, yang menawarkan wawasan berharga bagi jalan yang dipilih oleh Indonesia yang demokratis dan merdeka.
"Pembukaan Undang-Undang Dasar Anda merujuk kepada Allah yang Maha Kuasa dan perlunya berkat Allah turun atas negara Indonesia yang baru lahir. Dengan cara yang sama, kalimat pembuka Undang-Undang Dasar Anda merujuk dua kali pada keadilan sosial: sebagai fondasi tatanan internasional yang diinginkan dan sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!