Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Sebut RS Vertikal Surabaya Jadi Superhub Layanan Kesehatan Bali, NTT, dan NTB

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Sebut RS Vertikal Surabaya Jadi Superhub Layanan Kesehatan Bali, NTT, dan NTB Doc: ANTARA/Andi Firdaus-Setpres
Ket. Tangkapan layar - Penampakan atas Gedung Rumah Sakit Vertikal Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Jumat (6/9/2024).

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Rumah Sakit Vertikal Surabaya, Provinsi Jawa Timur, didesain untuk menjadi superhub layanan kesehatan bagi masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu dilaporkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam agenda peresmian gedung Rumah Sakit Vertikal Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

"Rumah sakit ini akan melayani penyakit-penyakit sampai level tertentu di provinsinya. Jadi, yang membutuhkan pelayanan super modern tidak usah dibawa ke Jakarta," katanya diikuti dalam jaringan Sekretariat Presiden di Jakarta.

Dikatakan Budi, pembangunan Rumah Sakit (RS) Vertikal Surabaya senilai Rp2 triliun, didesain untuk memiliki pelayanan yang setara dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, dan RS Kanker Dharmais.

"Jadi, seluruh pasien-pasien dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, ditariknya ke RS Vertikal Surabaya," katanya.

Selain itu, kata Budi, Kemenkes akan mengerahkan dokter-dokter terbaiknya untuk berpraktik di RS Vertikal Surabaya dalam waktu tertentu untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan yang setara dengan rumah sakit serupa di Jakarta.

"Dokter-dokter terbaik yang Kemenkes miliki, kita punya Luthfi Gatam untuk dokter spesialis ortopedi tulang belakang (spine), kita punya dokter Dante Saksono Harbuwono untuk penyakit dalam, nanti akan kita suruh praktik di sini," katanya.

Menkes Budi menjelaskan bahwa RS Vertikal Surabaya dibangun di atas lahan yang sebelumnya menampung fasilitas kesehatan untuk penyakit kulit dan kelamin sejak tahun 1951.

Lahan tersebut sempat mangkrak dan tidak digunakan dengan optimal hingga pandemi Covid-19.

"Pada saat Covid-19, saya baru menyadari bahwa lahan tersebut digunakan untuk merawat pasien meski berada di lokasi strategis dengan luas lebih dari 6 hektare," katanya.

Menteri Kesehatan menekankan pentingnya pembangunan rumah sakit ini mengingat Kementerian Kesehatan belum memiliki fasilitas serupa di Surabaya.

"Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan masyarakat di Indonesia Timur dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus pergi jauh ke Jakarta atau Singapura," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.