Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

11.000 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 03:13 WIB | Oleh:
11.000 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendimbudristek), Abdul Haris, dalam acara pelepasan Mahasiswa Kampus Mengajar angkatan ke-8, secara daring, Rabu (4/9).

JAKARTA - Sebanyak 11.000 mahasiswa mengikuti program Kampus Mengajar angkatan ke-8 sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Mereka akan membantu pembelajaran guru di sekolah dalam rangka meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

"Lebih jauh lagi mahasiswa turut membuka ruang belajar di luar sekolah untuk memberikan penguatan literasi dan juga numerasi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendimbudristek), Abdul Haris, dalam acara pelepasan Mahasiswa Kampus Mengajar angkatan ke-8, secara daring, Rabu (4/9).

Haris menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi program kampus mengajar angkatan ke-7 Kampus Mengajar merupakan program yang sangat inklusif.

Menurutnya, mahasiwa memiliki ruang untuk meningkatkan kompetensi tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga maupun rumpun program studi.

"Kajian akan dampak sosial terhadap mahasiswa juga memperlihatkan adanya perubahan dari kolaborasi yang terjalin antar mahasiswa dari berbagai latar belakang suku agama dan juga suku dan ras dan sebagainya," jelasnya.

Dia mengungkapkan, sejak mulai pada 2020, Kampus Mengajar telah diiikuti 140.000 mahasiswa. Mereka telah memperoleh pengalaman pengembangan kepemimpinan dan juga peningkatan kepekaan sosial.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Kemendikbudristek, Iwan Syahril, menyatakan, Kampus Mengajar telah memberikan kontribusi besar bagi pemulihan dan transformasi pembelajaran pasca pandemi.

Menurutnya, para peserta telah menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dasar dan menengah. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.