Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Ngawi Resah, Hama Tikus Merusak Ratusan Hektare Sawah

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:04 WIB | Oleh:

Perlunya Perencanaan

Sejumlah ahli pertanian mengatakan, penanganan hama tikus harus dilakukan secara terpadu, mulai menerapkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk memulihkan ekosistem yang rusak, sampai cara-cara pengendalian tikus seperti yang telah gencar dilakukan, namun harus lebih terencana.

Pakar pertanian dari Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura, Ihsannudin mengatakan, hama tikus yang sedang merebak di kawasan Ngawi dan sekitarnya disebabkan karena ada perubahan ekosistem di kawasan area pertanian.

"Termasuk perubahan fungsi ataupun introduksi infratruktur dan pemukiman. Lalu karena pola tanam yang tidak serentak," tuturnya baru-baru ini. Menurutnya, saat ini kerusakan ekosistem juga menyebabkan rantai makan alami, predator tikus seperti ular dan burung juga mulai terdegradasi.

"Namun berbicara ekosistem (rantai makan tikus) pasti akan bertabrakan dengan kepentingan antroposentris (seperti keberadaan ular, pasti akan diusir karena dianggap menganggu manusia)." Untuk itu Ihsannudin menyarankan, perlunya perencanaan pola tanam dan perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih matang untuk menghambat perkembangbiakan tikus. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan slogan-slogan. Dan terbukti slogan-slogan yang dicanangkan pemerintah tidak efektif membantu petani meningkatkan produksinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.