Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Tekankan Ekonomi Biru Tak Terbatas pada Perikanan

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 09:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Tekankan Ekonomi Biru Tak Terbatas pada Perikanan Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan sambutan dalam panel diskusi bertajuk “Unlocking the Blue Economy for Sustainable Growth: Creating Value and Promoting Investment to Improve Productivity”, di Badung, Bali, Selasa (3/9/2024).

BADUNG - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menekankan bahwasanya ekonomi biru tak terbatas pada perikanan, tetapi mencakup industri perdagangan, transportasi, pariwisata, riset, hingga energi terbarukan.

"Ekonomi biru tidak hanya soal perikanan, tetapi mencakup industri berbasis maritim, seperti perdagangan, transportasi, pariwisata, riset dan edukasi, energi terbarukan, hingga bioteknologi," ujar Amalia dalam panel diskusi terkait ekonomi biru dalam perhelatan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) di Badung, Bali, Selasa (3/9).

Adapun tema yang diangkat dalam panel diskusi tersebut, yakni "Unlocking the Blue Economy for Sustainable Growth: Creating Value and Promoting Investment to Improve Productivity".

Berangkat dari kesadaran akan luasnya sektor yang dicakup oleh ekonomi biru, Amalia mengajak seluruh negara, tidak terbatas kepada negara-negara anggota ASEAN, untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan ekonomi biru.

Ia meyakini, ekonomi biru dapat berkontribusi dalam memberikan nilai tambah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.



"Kami siap. Indonesia dan ASEAN, tentu saja, siap untuk berkolaborasi dengan negara mana pun dalam rangka mengembangkan ekonomi biru," ucap Amalia.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan, ekonomi biru atau blue economy dapat menjadi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Implementasi ekonomi biru disebut dapat turut menggerakkan berbagai industri, khususnya di bidang kelautan.

Dengan Blue Economy Roadmap, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi ekonomi maritim terhadap PDB Indonesia dari 7,6 persen menjadi 15 persen pada tahun 2045.



Suharso menyatakan Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menerapkan (Ekonomi Biru) dan mencapai target 10 persen kawasan perlindungan laut (Marine Protected Areas/MPA) pada tahun 2030.

Di samping itu, ekonomi biru diyakini mampu menciptakan 12 juta lapangan kerja baru pada 2030, yang terbentuk dari pengembangan industri yang sudah berjalan, maupun industri-industri baru yang akan tercipta seiring implementasi dari ekonomi biru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.