AS Sita Jet Pribadi Presiden Venezuela Nicolas Maduro
📅 Selasa, 03 Sep 2024, 10:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Inquirer/AFP
MIAMI - Amerika Serikat pada hari Senin (2/9) menyita pesawat Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Republik Dominika dan menerbangkannya ke Florida, sebuah tindakan yang dikecam oleh pemimpin Amerika Selatan itu sebagai "pembajakan" tetapi menurut Washington diperlukan karena pelanggaran sanksi.
Para pejabat Amerika Serikat bergerak untuk menyita pesawat tersebut, sebuah jet pribadi Dassault Falcon 900EX yang digunakan oleh Maduro dan anggota pemerintahannya. Sementara Departemen Kehakiman mengatakan pesawat tersebut "dibeli secara ilegal."
"Departemen Kehakiman menyita sebuah pesawat yang kami duga dibeli secara ilegal seharga $13 juta melalui perusahaan cangkang dan diselundupkan keluar Amerika Serikat untuk digunakan oleh Nicolas Maduro dan kroninya," kata Jaksa Agung Merrick Garland dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Luar Negeri Venezuela di Caracas mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang mengecam penyitaan tersebut.
"Sekali lagi, pihak berwenang Amerika Serikat terlibat dalam praktik kriminal yang tidak dapat digambarkan sebagai apa pun selain pembajakan," bunyi pernyataan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Situs pelacakan pesawat Flightradar24 menunjukkan jet tersebut terbang dari Santo Domingo ke Fort Lauderdale pada Senin pagi.
Partai Republik Dominika mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam penyelidikan AS terhadap jet tersebut.
"Baik pemerintah Dominika maupun kantor kejaksaan tidak berpartisipasi dalam proses investigasi Amerika Serikat," kata Menteri Luar Negeri Dominika Roberto Alvarez kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa pesawat itu "berada di wilayah Dominika untuk keperluan pemeliharaan."
Sebaiknya Anda baca juga:
AS mengatakan pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023, individu-individu yang berafiliasi dengan Maduro diduga menggunakan perusahaan cangkang yang berbasis di Karibia untuk menyembunyikan keterlibatan mereka dalam pembelian jet ilegal tersebut.
Pesawat itu kemudian diekspor secara ilegal dari Amerika Serikat ke Venezuela melalui Karibia pada April 2023.
Sejak Mei 2023, pesawat tersebut terbang secara eksklusif ke dan dari pangkalan militer di Venezuela.
Anthony Salisbury, agen khusus yang bertugas di kantor Investigasi Keamanan Dalam Negeri Miami, mengatakan "pesawat ini sebagian besar digunakan oleh Nicolas Maduro dalam sejumlah kunjungan kenegaraan."
Negara Amerika Selatan itu diguncang oleh aksi protes ketika Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilu 28 Juli. Puluhan orang tewas dan lebih dari 2.400 orang ditangkap.
Pihak oposisi mengklaim menang telak dan memiliki catatan pemungutan suara untuk membuktikannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!