AS Sita Jet Pribadi Presiden Venezuela Nicolas Maduro
📅 Selasa, 03 Sep 2024, 10:17 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintahan Maduro yang berhaluan kiri, menepis tuduhan otoritarianisme, telah menolak tekanan internasional untuk merilis angka penghitungan suara guna mendukung klaim kemenangannya.
"Maduro dan perwakilannya telah memanipulasi hasil pemilihan presiden 28 Juli, mengklaim kemenangan secara keliru, dan melakukan penindasan secara luas untuk mempertahankan kekuasaan dengan kekerasan," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.
Penyitaan pesawat "merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa Maduro terus merasakan konsekuensi dari kesalahan pemerintahannya terhadap Venezuela," imbuh mereka.
Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa negara Amerika Latin menolak mengakui kemenangan Maduro tanpa melihat hasil pemungutan suara yang terperinci.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekerasan yang menyertai aksi protes tersebut menyebabkan 27 orang tewas dan sedikitnya 192 orang terluka.
Sejak 2005, Washington telah menjatuhkan sanksi terhadap Venezuela yang menargetkan individu dan entitas "yang telah terlibat dalam tindakan kriminal, antidemokrasi, atau korup," menurut dokumen pengarahan Kongres.
"Menanggapi meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi oleh pemerintah Nicolas Maduro, yang berkuasa sejak 2013, Pemerintahan Trump memperluas sanksi AS hingga mencakup sanksi keuangan, sanksi sektoral, dan sanksi terhadap pemerintah."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!