Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Transfer Senjata Harus Sesuai Kerangka Hukum Internasional

📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Transfer Senjata Harus Sesuai Kerangka Hukum Internasional Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. PBB menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Ukraina, dan mendesak semua negara untuk mematuhi hukum internasional saat melakukan transfer senjata dan amunisi.

HAMILTON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (30/8) menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Ukraina, dan mendesak semua negara untuk mematuhi hukum internasional saat melakukan transfer senjata dan amunisi.

"Serangan yang meningkat di wilayah Ukraina telah menyebabkan lebih banyak kematian dan cedera pada warga sipil serta penghancuran besar-besaran infrastruktur sipil, termasuk fasilitas energi, kesehatan, dan pendidikan," kata Adedeji Ebo, wakil dari Perwakilan Tinggi PBB untuk Urusan Perlucutan Senjata, dalam sesi di Dewan Keamanan PBB.

Ebo juga menyinggung dukungan militer yang terus berlangsung untuk Ukraina, dengan menyebut penyediaan "senjata konvensional berat seperti tank tempur, pesawat tempur, dan sistem rudal" oleh berbagai negara.

Dia menyerukan kepada semua negara untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan ketika mentransfer senjata dan amunisi apa pun.

"Laporan terkait penggunaan amunisi tandan dan kontaminasi luas dengan ranjau dan sisa-sisa bahan peledak perang di Ukraina sangat memprihatinkan," tambahnya.

Ebo menegaskan kembali komitmen PBB untuk mencari penyelesaian damai atas konflik tersebut, dengan menyatakan, "Sudah waktunya untuk mengakhiri konflik ini."

Sementara itu, Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, mengkritik peran Barat dalam memasok senjata ke Ukraina, dengan alasan bahwa hal itu memperpanjang konflik dan menyebabkan penderitaan manusia yang signifikan.

Mengutip pembicaraan damai yang diadakan di Istanbul, Turki, pada Maret 2022, Polyanskiy mengatakan: "Di Istanbul, ada beberapa dokumen awal yang sangat menguntungkan bagi negara itu (Ukraina). Namun, sejumlah pemimpin Barat, khususnya mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, memastikan bahwa Presiden (Ukraina) Volodymyr Zelenskyy menolak kesepakatan ini karena, dengan bantuan senjata Barat, dia bisa mengalahkan Rusia dan mendapatkan kembali perbatasan negaranya seperti pada tahun 1991."

Polyanskiy juga mengecam pihak berwenang Ukraina karena mengesahkan undang-undang yang melarang organisasi keagamaan yang memiliki hubungan dengan Moskow beroperasi di wilayah Ukraina, membuka jalan untuk melarang Gereja Ortodoks Ukraina (UOC).

Wakil Tetap AS untuk PBB, Robert Wood, menuduh Iran, Korea Utara, dan China memasok Rusia "dengan dukungan material yang dibutuhkan untuk menjalankan" perang di Ukraina.

Wood juga menuduh China mengekspor "nitroselulosa, alat mesin, mikroelektronika, optik, serta teknologi UAV dan rudal jelajah" ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina.

"China tidak bisa bersikap dua muka. China tidak bisa mengklaim mendukung perdamaian dan ingin hubungan yang lebih baik dengan Eropa sementara pada saat yang sama memperburuk ancaman terbesar terhadap keamanan Eropa sejak berakhirnya Perang Dingin," katanya.

Utusan China untuk PBB, Geng Shuang, membalas pernyataan Wood, menekankan bahwa "posisi China mengenai masalah Ukraina konsisten dan jelas."

"Faktanya, Amerika Serikat masih mempertahankan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Rusia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.