Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Alternatif Gelombang Pendingin

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Teknologi Alternatif Gelombang Pendingin Doc: afp/ Yuichi YAMAZAKI

Selain Raman, ada juga peneliti lain yang sedang berupaya mengerjakan masalah ini. Sebuah laporan bulan ini oleh Yuan Yang, seorang ilmuwan material di Universitas Columbia di New York City, dan rekan-rekannya, menjelaskan pekerjaan di mana mereka mengaplikasikan cat superdingin pada dinding bergelombang, tetapi hanya pada sisi pola dinding seperti gelombang yang menghadap ke langit. Tim peneliti ini kemudian mengaplikasikan logam yang memiliki daya serap panas rendah pada sisi yang menghadap ke tanah, memastikan sisi tersebut tidak menyerap panas berlebih.

Hasilnya, suhu permukaan dinding tetap 2-3 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan suhu udara sekitar.

Sementara itu Mohammad Taha, seorang insinyur di Universitas Melbourne di Australia, dan timnya mengambil pendekatan berbeda untuk mendinginkan rumah dan bangunan.

Pada awal tahun 2023, tim Taha memaparkan temuan berupa tinta perubahan fas' yang terdiri dari nanopartikel tersuspensi yang mengubah fase tergantung pada suhu, beralih dari superkonduktor pada suhu dingin ke logam pada suhu lebih panas.

Trik itu memungkinkan bahan tetap dingin atau hangat, bergantung pada suhu luar. Singkatnya, ketika material memanas dan menjadi logam, material tersebut mengadopsi struktur linier yang dapat memantulkan panas ekstra. Ketika mendingin dan menjadi superkonduktor, material tersebut mengadopsi struktur zig-zag isolasi yang memungkinkan panas masuk.

Ke depannya, Taha berharap bisa mengaplikasikan tinta tersebut sebagai pelapis jendela. "Jika Anda melihat titik terlemah dalam sebuah bangunan dalam hal kehilangan panas, maka itu adalah jendela," kata dia.

Menurut Taha, bangunan yang seluruhnya terbuat dari kaca akan terasa seperti rumah kaca di hari yang panas. Hal ini dapat berubah jika Taha dan timnya dapat menerapkan tinta ini ke jendela secara efektif di masa mendatang. Selain itu, para peneliti dapat merekayasa lapisan yang berbeda-beda tergantung musim dengan melapisinya untuk menjaga bangunan tetap sejuk selama musim panas dan hangat selama musim dingin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.