Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki Harus Kedepankan Etika Saat Mendaki Gunung Api Aktif

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 16:05 WIB | Oleh:
Pendaki Harus Kedepankan Etika Saat Mendaki Gunung Api Aktif Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Arsip foto - Tim SAR melakukan evakuasi korban erupsi Gunung Marapi yang mengalami luka bakar di jalur pendakian proklamator, Nagari Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, Senin (4/12/2023) dini hari.

Jakarta -- Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengingatkan para pendaki harus mengedepankan etika saat mendaki gunung, khususnya gunung api yang berstatus aktif demi keselamatan diri setiap individu ataupun sebagai kelompok.

Kepala Basarnas Kusworo di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa sikap tidak memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan mendaki gunung saat ada larangan dari otoritas adalah salah satu bentuk etika yang harus dikedepankan para pendaki.

Basarnas banyak menerima laporan peristiwa kecelakaan pendaki gunung terjadi karena sikap nekad diam-diam menerobos akses masuk jalur pendakian alih-alih tidak mengetahui kalau ada pelarangan, ataupun tidak dijaga dengan ketat oleh petugas penjaga gunung.

Dia mencontohkan misalnya seperti yang dialami puluhan orang pendaki Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Desember 2023.

Saat itu para pendaki nekad melakukan pendakian meskipun Gunung Marapi berstatus waspada atau level II dan masih menghembuskan abu vulkanik.

Alhasil, tiga orang pendaki dievakuasi tim Basarnas dengan status meninggal dunia dan sekitar 53 orang lainnya selamat meski harus mendapatkan perawatan medis karena kelelahan, luka bakar, dan sempat menghirup abu vulkanik.

Pihaknya menyayangkan peristiwa tersebut belum menjadi kesadaran banyak orang, setelah tepat pada 17 Agustus 2024 hal serupa kembali dialami oleh lebih dari 10 orang pendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Padahal, kata dia, sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan pemerintah daerah sudah mengumumkan dan menyosialisasikan Gunung Dukono berstatus waspada atau level II dan menetapkan pelarangan untuk aktivitas pendakian.

Informasi yang dihimpun tim Basarnas di Ternate, Maluku Utara, para pendaki tersebut
disambut oleh gumpalan abu vulkanik dari dalam kawah Gunung Dukono, yang tiba-tiba terjadi sesat mereka mencapai bibir kawah gunung api 1.335 (MDPL) itu. Beruntung mereka berhasil mengevakuasi diri turun dari bibir kawah menghindari hembusan abu dan selamat.

"Informasi yang kami terima mereka selamat dibantu oleh warga dan para anggota organisasi pencinta alam setempat," ujarnya.

Dengan demikian, Kusworo berharap rentetan peristiwa membahayakan tersebut menjadi contoh yang nyata dan dipedomani oleh masyarakat, khususnya para penghobi mendaki gunung, sehingga hal serupa tidak kembali terulang.

Dia pun secara tegas mengingatkan bahwa meski personel Basarnas yang tersebar diseluruh Indonesia siap untuk memberikan pertolongan kapanpun dan dimanapun tapi keselamatan yang utama menjadi tanggungjawab pribadi individu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.