Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta minta orang tua ikutsertakan anak imunisasi JE

📅 Senin, 26 Agu 2024, 22:55 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta minta orang tua ikutsertakan anak imunisasi JE Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
Ket. Ilustrasi: Petugas menyuntikkan vaksin campak kepada seorang anak saat imunisasi "door to door" di Sukasari, Kota Tangerang, Banten.

Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta para orang tua mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi Japanese Encephalitis (JE) yang bakal dilaksanakan di wilayah ini mulai September 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin, mengatakan imunisasi itu untuk mencegah penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus JE dan ditularkan oleh nyamuk Culex.

"Sampai saat ini JE belum ada obatnya. Tetapi bisa dicegah dengan imunisasi JE," ujar dia.

Menurut Emma, Kota Yogyakarta menjadi salah satu sasaran pelaksanaan imunisasi JE karena dianggap sebagai wilayah endemi.

Hal itu mengingat sebelumnya ada temuan 13 kasus infeksi JE di DIY sehingga perlu imunisasi untuk pencegahan.

Dia menjelaskan infeksi JE pada manusia ditandai dengan gejala ringan, sedang atau bahkan tidak bergejala.



Gejala infeksi JE, lanjut Emma, awalnya ditandai dengan demam tinggi, muntah, diare, dan kejang yang biasanya muncul empat sampai 14 hari setelah gigitan nyamuk.

Menurut dia, anak-anak menjadi sasaran imunisasi JE karena dianggap rentan terkena infeksi virus itu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan imunisasi JE bakal diberikan secara gratis bagi anak 9 bulan sampai 15 tahun mulai 3 September 2024 di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta.

Setelah imunisasi JE resmi dimulai pada 3 September 2024, menurut Endang, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta akan mengagendakan imunisasi serupa di sekolah.

Berdasarkan pendataan awal, ia menyebut total sebanyak 72.322 anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun di Kota Yogyakarta akan mendapat imunisasi JE.

Namun, mengingat mobilitas penduduk di Kota Yogyakarta tinggi sehingga dilakukan pembaruan pendataan untuk memastikan jumlah sasaran imunisasi JE.

Endang memastikan hingga saat ini tidak ada temuan kasus infeksi JE di Kota Yogyakarta.

"Data terakhir ada temuan 13 kasus infeksi JE di wilayah DIY, tapi semua kasus itu bukan berasal dari Kota Yogyakarta," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.