Suga BTS Minta Maaf Mengendarai Skuter Listrik Saat Mabuk
📅 Minggu, 25 Agu 2024, 10:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Yahoo/AFP/Anthony WALLACE
SEOUL - Anggota grup K-pop BTS, Suga, tiba di kantor polisi Korea Selatan pada hari Jumat (23/8) untuk diinterogasi. Dia mengatakan "sangat menyesal" karena mengendarai skuter listrik dalam keadaan mabuk.
Penyanyi berusia 31 tahun ini ditemukan polisi tergeletak di tanah di samping skuter listriknya pada larut malam tanggal 6 Agustus, dengan kadar alkohol dalam darah jauh melebihi batas yang diizinkan.
Mengenakan setelan jas hitam, Suga membungkuk di depan wartawan di luar kantor polisi di distrik Yongsan di Kota Seoul.
"Saya minta maaf, saya sangat menyesal. Saya sungguh-sungguh menyesali kenyataan bahwa saya telah menyebabkan kekecewaan bagi banyak penggemar dan orang-orang. Saya akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan ini. Sekali lagi saya minta maaf," katanya sebelum memasuki kantor polisi.
Dia tidak menjawab pertanyaan wartawan tentang rincian kasus tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyanyi yang saat ini tengah menjalankan tugas wajib militer sebagai agen layanan sosial itu telah dicabut SIM-nya dan didenda.
Namun dia masih harus menjawab pertanyaan polisi karena petugas mengatakan dia terlalu mabuk untuk menjawab pada saat kejadian.
Suga telah mengakui mengemudi dalam keadaan mabuk dan meminta maaf kepada penggemar di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ahli mengatakan kepada AFP bahwa hukuman akan bergantung pada jenis skuter listrik yang dikendarainya.
Jika ia mengendarai skuter listrik canggih dan bukan papan selancar biasa, Suga "dapat dihukum karena melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan", kata pengacara Cha Hong-soon.
Polisi mengatakan kadar alkohol dalam darah Suga adalah 0,227 persen -- hampir tiga kali lipat batas legal.
Ini berarti hukuman penjara hingga lima tahun atau denda antara KRW 10 juta ($7.295) hingga KRW 20 juta ($14.952) berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Korea Selatan.
Namun polisi juga akan mempertimbangkan "faktor-faktor seperti jarak tempuh pengemudi, apakah terjadi kerusakan, dan apakah ia memiliki catatan kriminal serupa," tambah Cha.
Administrasi Tenaga Kerja Militer Seoul mengatakan bahwa Suga akan dihukum sesuai dengan undang-undang lalu lintas, bukan hukum militer, karena insiden tersebut terjadi di luar jam kerja resminya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!