Temuan Metode Produksi Hidrogen dari Pasir Silika Bisa Jadi Terobosan Pemanfaatan Energi Hijau
📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 13:17 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA - PT NGLTech Services Indonesia Indonesia bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkenalkan inovasi terbaru yang berpotensi mendukung ketahanan energi nasional. Kerja sama keduanya berhasil memproduksi hidrogen dari pasir silika yang mudah dijumpai dan tersebar di banyak tempat di Indonesia.
Dalam penelitian produksi hidrogen, PT NGLTech Services Indonesia yang berada di Kawasan Industri Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini bekerja sama dengan tim riset Unpad yang dipimpin oleh Prof. Yeni Wahyuni Hartati bersama Dr. Eng. Uji Pratomo, Dr. Eng. Irwan Kurnia, Ari Hardianto. PhD dan Irkham. PhD.
"Penemuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting di sektor energi hijau global, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan berkelanjutan," kata Direktur Utama PT NGLTech Services Indonesia Rudiyana Supriadi melalui keterangan tertulis yang diterima pada hari Sabtu (24/8).
Rudiyana mengungkapkan, Ilham Akbar Habibie sangat antusias dengan penemuan ini. Putra sulung Presiden RI ketiga BJ Habibie ini dalam sebuah lokakarya (workshop) yang dihadirinya, bersama perwakilan dari yang sangat mengapresiasi serta mendukung sepenuhnya invasi penemuan tersebut untuk dapat segera diindustrialisasikan.
Perwakilan yang hadir dalam lokakarya tersebut berasal dari Unpad, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE), Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) dan Ormas Garda Nusantara Jaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Rudiyana, metode yang dikembangkan memungkinkan daur ulang pasir silika secara terus-menerus, tanpa menurunkan kualitas produksi hidrogen. Teknologi ini dipandang lebih inovatif dan efisien dibandingkan dengan pendekatan serupa yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan global yang telah berkiprah lebih dahulu.
Dalam lokakarya tersebut, tim riset dari Unpad mendemonstrasikan proses dan reaksi kimia yang terjadi, saat pasir silika diolah hingga menghasilkan hidrogen hijau. Dalam demonstrasi ditunjukkan bagaimana bahan bakar hidrogen digunakan sebagai bahan bakar pada genset.
"Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana hidrogen yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar pada genset yang telah dimodifikasi untuk berbahan bakar langsung hidrogen. Proses ini menggambarkan potensi besar hidrogen hijau sebagai sumber energi bersih yang dapat menggantikan bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi dampak lingkungan," ujar Rudiyana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, penemuan ini juga mendapat dukungan penuh dari Riki Ibrahim selaku Dewan Pengawas METI, serta tim BRIN yang terdiri dari Dr. Eng. Deni Shidqi Khaerudini dan Dr. Nono Sudarsono, yang juga mewakili IFHE.
"Mereka melihat inovasi ini sebagai langkah besar menuju Indonesia hijau, dengan potensi besar untuk diterapkan secara luas dan mendukung target nasional dalam mengurangi emisi karbon," tuturnya.
Apresiasi tinggi, kata Rudiyana, juga diberikan VP Business Development PT. PLN (Persero), Ricky Andrian terhadap penemuan ini. Ia menyatakan PT PLN sangat mendukung pengembangan teknologi ini dan membuka peluang kolaborasi dengan PT NGLTech Services Indonesia.
"Kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis dalam pengembangan energi bersih di sisi PLN. Ini sejalan dengan upaya bersama untuk memperkuat ketahanan energi nasional," ungkapnya.
Ketua MEBI Dr. Milton Pakpahan juga menyambut antusias, temuan dan inovasi baru berupa sumber energi terbarukan yaitu hidrogen yang dihasilkan pasir silika yang dapat berkontribusi besar terhadap akselerasi dan peningkatan jumlah proporsi komponen EBT dalam komposisi energi primer Indonesia. Indonesia memiliki sumber dan potensi pasir silika, yang sangat besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Jika potensi hidrogen dari silika ini dikembangkan dan diberikan akses dan kemudahan baik secara regulasi dan insentif pendanaan serta kepastian offtaker baik Pemerintah BUMN, BUMD, swasta, masyarakat luas. Tentunya akan besar sekali manfaat nya dan dapat membantu menciptakan energi bersih," ucap Dr. Milton kepada Rudiyana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!