Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Pemimpin Pasifik Hadapi Polikrisis

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Pemimpin Pasifik Hadapi Polikrisis Doc: AFP/Giuseppe CACACE
Ket. Sitiveni Rabuka

NUKU'ALOFA - Para pemimpin negara kepulauan Pasifik pada Senin (26/8) akan berkumpul untuk menghadiri pertemuan puncak penting di Tonga yang bertujuan untuk mengatasi kenaikan permukaan laut yang cepat dan merusak, persaingan negara-negara adidaya, dan kerusuhan yang disertai kekerasan di New Caledonia.

Forum Kepulauan Pasifik tahun ini berlangsung di Nuku'alofa, ibu kota pesisir di Tonga yang masih berupaya bangkit setelah bencana letusan gunung berapi dan tsunami pada tahun 2022.

Sejak pertemuan terakhir mereka, 18 anggota forum yang tersebar telah dilanda hambatan ekonomi dan meningkatnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Namun bahaya perubahan iklim diperkirakan akan menjadi agenda utama pada pertemuan kali ini.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, akan hadir di forum tersebut dan ia akan mendukung para pemimpin Pasifik untuk melakukan seruan baru untuk mempersenjatai diri dalam menghadapi perubahan iklim.

Dulunya dipandang sebagai perwujudan surga yang dipenuhi pohon kelapa, Pasifik selatan kini menempati salah satu wilayah yang paling terancam oleh perubahan iklim di planet ini. Negara-negara dataran rendah seperti Tuvalu hampir seluruhnya akan tertelan oleh naiknya permukaan air laut dalam waktu 30 tahun ke depan.

"Perubahan iklim, seperti biasa, tetap menjadi prioritas utama para pemimpin," kata Mihai Sora, direktur penelitian Pasifik di Lowy Institute Australia. "Saya pikir kehadiran Sekjen PBB dimaksudkan untuk menarik kepentingan internasional untuk memberikan tekanan pada mitra internasional," imbuh dia.

Hal ini berpotensi menjadi medan yang tidak nyaman bagi anggota forum Australia, yang merupakan perusahaan pertambangan batu bara terkemuka yang terlambat mencoba untuk meningkatkan kredibilitas hijaunya.

Pada 2026, Australia ingin menjadi tuan rumah bersama konferensi iklim COP31 bersama negara-negara tetangganya di Pasifik. Namun pertama-tama, mereka harus meyakinkan blok tersebut bahwa mereka serius dalam mengurangi emisi.

Perebutan Pengaruh

Pertemuan ini akan menjadi yang pertama di bawah pimpinan forum baru Baron Waqa, yang telah memperingatkan Tiongkok dan AS yang saling berebut pengaruh di Pasifik.

Beijing telah bertekad untuk mendekati negara-negara Pasifik dengan menggunakan sumbangannya untuk membangun kantor-kantor pemerintah, tempat olahraga, rumah sakit, jalan raya, dan banyak lagi.

Khawatir bahwa Tiongkok akan menjadikan hal ini sebagai kehadiran militer permanen, AS dan Australia menanggapinya dengan memberikan bantuan, menandatangani perjanjian bilateral, dan membuka kembali kedutaan besar yang sudah lama tidak aktif.

"Tiongkok telah meningkatkan upaya keterlibatannya secara signifikan di Pasifik dalam beberapa tahun terakhir, khususnya yang ditujukan pada sektor keamanan," kata Kathryn Paik, mantan pakar Pasifik di Dewan Keamanan Nasional bagi Presiden AS, Joe Biden.

"Namun, seiring dengan semakin besarnya kepentingan Tiongkok di kawasan ini, AS, Australia, dan mitra-mitra lain yang berpikiran sama semakin fokus untuk memastikan bahwa Tiongkok tidak memperoleh pijakan militer," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.