Desain Unik Sekolah Gurun di India Tawarkan Kesejukan dari Panas Terik
📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim PenulisSekolah putri Rajkumari Ratnavati ini didukung oleh CITTA Education Foundation yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang berarti siswa bersekolah secara gratis di negara bagian di mana tingkat melek huruf bagi perempuan adalah sekitar 52 persen saja. Seragam, perlengkapan sekolah, dan makan siang untuk siswa juga disediakan secara cuma-cuma.
"Merupakan suatu hal yang besar bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa biaya, mengingat mereka bahkan tidak mampu membeli makanan dan pakaian yang layak," kata guru bahasa Hindi bernama Priyanka Chhangani, 40 tahun.
Kellogg, sang arsitek, mengatakan menggabungkan tradisi dengan desain modern dan teknik berkelanjutan adalah kuncinya.
"Karena para perajinnya sudah begitu familiar dengan batu tersebut, kami bisa memadukan detail arsitektur tradisional dengan detail warisan adat, sehingga strukturnya terasa asli daerah tersebut," tutur dia. "Sedangkan desain ovalnya terinspirasi oleh simbol kekuatan feminin," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun rancangannya berfokus pada mengatasi panas terik, namun juga menghadapi masalah tak terduga yang disebabkan oleh perubahan iklim yaitu banjir. Curah hujan yang tinggi selama musim hujan tahunan biasa terjadi pada bulan Juni hingga September, namun para ahli mengatakan perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.
Meningkatnya curah hujan mulai berdampak pada sekolah, yang dirancang untuk iklim yang lebih kering. Tahun ini, sungai yang sudah lama tidak aktif meluap, menghanyutkan tanah di salah satu sisi sekolah.
Rajan Rawal, seorang profesor di Pusat Perencanaan Lingkungan dan Universitas Teknologi India, mengatakan meningkatnya intensitas hujan berdampak pada bangunan yang dirancang untuk menghadapi cuaca lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bencana seperti gelombang panas dan banjir berdampak pada stabilitas struktural," kata Rawal. "Hal ini juga mempengaruhi kinerja termal bangunan," imbuh dia.
Namun guru Chhangani mengatakan sekolah tersebut masih mengubah kehidupan para muridnya. "Anak-anak ini bahkan tidak memiliki kipas angin di rumah. Saat mereka datang ke sekolah, rasanya seperti surga bagi mereka," ungkap dia. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!