Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT PAL Indonesia Perkuat Alutsista TNI Lewat Dua Kapal Perang

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
PT PAL Indonesia Perkuat Alutsista TNI Lewat Dua Kapal Perang Doc: ANTARA/HO-PT PAL
Ket. Ilustrasi- Kapal perang buatan PT PAL Indonesia.

JAKARTA - PT PAL Indonesia menyatakan telah berkontribusi dalam memperkuat alutsista TNI Angkatan Laut (AL) melalui dua kapal perang yang merupakan hasil produksi perusahaan BUMN tersebut, yakni KRI Raden Eddy Martadinata - 331 (KRI REM-331), dan KRI Banda Aceh-593.CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod di Jakarta, Jumat (23/8), mengatakan dua kapal perang itu merupakan kontribusi nyata pihaknya untuk memperkuat alutsista militer dan sektor manufaktur Indonesia, mengingat kapal tersebut tak hanya meningkatkan kemampuan operasional TNI AL, tapi juga menunjukkan sektor pertahanan dalam negeri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dunia.

"Kapal ini menjadi simbol nyata dari komitmen kita untuk menjaga keamanan serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian," kata dia.

Dirinya menjelaskan, KRI REM-331 merupakan buatan PT PAL Indonesia yang dalam proses pembangunannya melibatkan transfer teknologi dari Damen Schelde Naval Shipbuilding, sebuah perusahaan galangan kapal asal Belanda.

Kapal perang jenis light fregat ini dirancang dengan teknologi modern dan memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, karena dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor canggih yang membuatnya menjadi salah satu kapal perang termodern di Asia Tenggara.

Sementara untuk KRI Banda Aceh-593 yang merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) merupakan hasiltransfer of technology dengan kemitraan strategis dari Korea.

Kapal perang ini memiliki panjang 122 meter dan lebar 22 meter, dengan ciri khas kemampuan emberkasi muatan yang besar, seperti kemampuan mengangkut pasukan, kendaraan tempur, kendaraan lapis baja, serta kendaraan pendukung logistik.

KRI Banda Aceh-593 juga memiliki Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), Landing Craft Utility (LCU) yang mampu memuat 5 helikopter, dan kecepatan yang dapat mendukung olah gerak dengan lebih efisien. Selain itu, desain kapal yang baik dengan sertifikasi dari badan klasifikasi internasional turut menghasilkan stabilitas laju yang aman saat mengangkut muatan berat dalam berlayar.

Mengutip akun Instagram Kementerian Pertahanan @kemhanri, KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) dan KRI Banda Aceh-593 sukses menjalankan tugas yang diemban.

KRI REM-331 berhasil menuntaskan tugas dalam Latma Multilateral RIM of The Pacific 2024, di Hawai, Amerika Serikat pada 27 Juni--1 Agustus 2024. Sementara KRI Banda Aceh-593 sukses mendukung kegiatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.