Diversifikasi Produk Tani Guna Naikkan Nilai Ekonomis
📅 Jumat, 23 Agu 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kep Seribu
JAKARTA - Hasil pertanian perlu diolah dengan diversifikasi guna meningkatkan nilai tambah secara ekonomis. Inilah yang tengah dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu dengan menggelar pelatihan kuliner.
"Pelatihan khususnya dalam rangka diversifikasi olahan hasil pertanian untuk membantu meningkatkan ekonomi," tutur Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, di Gedung Sekaya Maritim, Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kamis (22/8).
Kegiatan pelatihan diikuti 40 peserta yang terdiri atas kader PKK dan warga Pulau Harapan. Peserta merupakan binaan KPKP yang tergabung dalam Jakpreneur, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan kader PKK.
Dia menuturkan, pelatihan diversifikasi pangan kali ini berbahan baku pisang kepok belanda yang merupakan tanaman endemik Kepulauan Seribu. Menurutnya, pelatihan bertujuan mengedukasi peserta agar memahami kandungan gizi makanan. Selain itu, juga untuk membantu meningkatkan penghasilan keluarga serta menumbuhkan wirausaha baru masyarakat.
Menurut Nurliati, dalam pelatihan peserta didampingi chef (koki) yang ahli di bidangnya. Mereka mendapat pelatihan berikut resep menu olahan pisang berupa keripik pisang aneka rasa, pisang goreng beku, nuget pisang, bolu kukus pisang, dan pisang kukus keju.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengolah hasil pertanian menjadi makanan bergizi, lezat, dan kekinian. Dengan begitu, mampu membantu mengatasi stunting maupun kekurangan gizi anak," tandasnya.
Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Parsan, menambahkan, pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian merupakan program rutin tahunan. Pelatihan diselenggarakan 20-22 Agustus di Pulau Kelapa Dua. Pelatihan juga diselenggarakan di Pulau Lancang dan Pulau Pramuka dengan total 120 peserta.
"Setiap kelurahan mengirim 20 peserta. Usai pelatihan para peserta mendapat bantuan alat masak berupa kompor gas, tabung gas, pengocok, dan blender," jelas Parsan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lurah Pulau Kelapa, Muslim, mengapresiasi kegiatan pelatihan olahan hasil pertanian berupa pisang kepok belanda karena jenis buah itu banyak tersedia di Kepulauan Seribu. Dia berharap dengan ini dapat menambah pendapatan ekonomi warga masyarakat.
"Tentunya ini sangat membantu para Jakpreneur. Lalu, alat masaknya bisa mereka gunakan untuk meningkatkan usaha. Kokinya juga sangat detil dalam mengajar. Resep yang diajarkan sangat kekinian," ujar Parsan.
Layani Perizinan
Sementara itu, Unit Pengelola Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP-PMPTSP) Kabupaten Kepulauan Seribu melayani 631 permohonan perizinan dan nonperizinan. Ini dijalankan lewat Pelayanan Terpadu Keliling selama Januari-Agustus.
"Permohonan tersebut hasil upaya jemput bola di enam kelurahan," tambah Kepala UP-PMPTSP Kepulauan Seribu, Erwin. Dia menjelaskan, selama periode Januari-Agustus, permohonan didominasi kebutuhan nonperizinan. Contohnya, pembuatan berkas Surat Keterangan Catatan Kepolisiansebanyak 82 pemohon.
Kemudian, layanan bidang perpajakan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kepulauan Seribu berjumlah 105 pemohon. Lalu, layanan Dukcapil 121 pemohon. Selanjutnya, layanan pembuatan paspor 111 pemohon dan penerbitan sertifikat aset 34 pemohon.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!