Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gebrakan Baru RI–Tiongkok: Industrialisasi Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

📅 Senin, 13 Apr 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gebrakan Baru RI–Tiongkok: Industrialisasi Jadi Senjata Lawan Kemiskinan Doc: Antara/ Azmi Samsul Maarif.
Ket. Ilustrasi - Pabrik di kawasan Industri Millenium, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

JAKARTA – Upaya pengentasan kemiskinan mencerminkan agenda pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui kombinasi kebijakan ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada bantuan langsung, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses terhadap layanan kesehatan dan infrastruktur dasar.

Dengan demikian, pengentasan kemiskinan diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Namun, efektivitas program sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran dan koordinasi antar-lembaga. Tantangan utama masih terletak pada ketimpangan wilayah, kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan program pemberdayaan.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan sektor swasta, agar upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan dampak struktural yang berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat kerja sama dengan Tiongkok dalam upaya mengentaskan kemiskinan, dengan mengadopsi praktik terbaik berbasis industrialisasi dan hilirisasi yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara usai melalukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Senin (13/4), menyampaikan penguatan kerja sama itu merupakan implementasi arahan Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Menurut Iftitah, pihaknya telah mempelajari langsung keberhasilan Tiongkok dalam mengelola program transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.

Salah satu contoh yang disoroti adalah relokasi jutaan penduduk yang beriringan dengan pembangunan infrastruktur industrialisasi dan hilirisasi.

“Kami menyaksikan sendiri bagaimana proses transmigrasi yang ada di Tiongkok, bagaimana mereka itu memindahkan lebih dari 9 juta jiwa karena adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga air, membangun bendungan besar di sana, terus kemudian bagaimana mereka juga ikut memberdayakan masyarakat," katanya.

"Sehingga melalui industrialisasi dan hilirisasi terbuka lebih banyak lapangan kerja, kemudian kemiskinan hilang dan tingkat pendapatan masyarakat meningkat bahkan berkali-kali lipat,” lanjut dia.

Model tersebut, kata dia, akan diadaptasi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia, serta dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mengirim tim ahli ke Tiongkok untuk memperdalam pembelajaran.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Tiongkok mengundang Kementerian Transmigrasi untuk mengirim para ahli, satu terdiri dari pegawai Kementerian Transmigrasi, kemudian yang kedua itu adalah dari para akademisi di 10 top universitas di Indonesia," ujarnya.

10 top universitas itu adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.