Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jatim Pacu Investasi Asing untuk Imbangi Tren PHK

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 14:18 WIB | Oleh:
Pemprov Jatim Pacu Investasi Asing untuk Imbangi Tren PHK Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono (kiri), mengatakan, angka pengangguran Jatim yang berada di bawah rata-rata nasional menunjukkan penyerapan tenaga kerja lebih besar dari jumlah pekerja yang terkena PHK.

SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, pada Kamis (22/8), mengatakan, Pemprov Jatim tengah memacu investasi di sektor industri untuk mengimbangi fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang muncul di sejumlah wilayah. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, jumlah korban PHK dari berbagai provinsi telah mencapai 42.863 orang per akhir Juli 2024.

"Betul ada beberapa industri dengan otomatisasi dan persaingan usaha menyebabkan PHK, tetapi kita mengimbanginya dengan meningkatkan jumlag investasi, pembangunan industri-industri."

"Yang kita lakukan sekarang adalah menghitung bagaimana investasi asing masuk dalam bentuk pabrik, industri dan sebagainya. Sehingga bisa dihitung dari setiap trilun bisa menghasilkan ribuan (tenaga kerja), jadi sebetulnya berimbang," ujarnya usai membuka Festival Industri Hijau Jawa Timur 2024 dengan tema Green Industry, di Surabaya.

Adhy menjelaskan, hal itu dibuktikan dari angka pengangguran di Jatim yang masih di bawah rata-rata nasional.

"Secara umum angka pengangguran kita tetap di bawah rata-rata nasional. Itu menunjukkan penyerapan tenaga kerja kita lebih banyak dari pada yang keluar (PHK)," terangnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja didominasi pada industri UMKM dan jumlah IKM (Industri Kecil Menengah) telah bertambah melalui berbagai upaya yang telah dilakukan.

"Tapi memang industri-industri seperti perkayuan, sepatu, tekstil, masih sulit ekspor karena persaingan dengan negara lain," ungkapnya.

Industri hijau

Untuk mendorong ekspor Adhy, Pemprov Jatim tengah fokus mendukung ekosistem industri hijau, dan jumlah industri yang telah memenuhi standar terus berkembang.

"Dengan banyaknya industri kita harus menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Sehingga industri harus memenuhi standar agar disebut industri hijau, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk sertifikasi.".

"Di Jawa Timur sudah mulai, hari bertambah 15 industri, dan yang sudah sesuai standar industri hijau ada 300 industri besar. Ini akan terus bertambah," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.