Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Gembira, Sebanyak 118 Kampung di Kabupaten Teluk Bintuni Dinyatakan Bebas Malaria

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Sebanyak 118 Kampung di Kabupaten Teluk Bintuni Dinyatakan Bebas Malaria Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Hotria Sitorus saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat, Senin.

Manokwari - Sebanyak 118 kampung dari 19 distrik atau kecamatan di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, telah dinyatakan bebas dari penularan kasus malaria pada 2024.

Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Hotria Sitorus di Manokwari, Senin, mengatakan program intervensi malaria tingkat kampung dilaksanakan sejak tahun 2005.

Pelaksanaan intervensi malaria tingkat kampung mendapat dukungan dari pihak BP LNG Tangguh, dan ke depannya Dinkes setempat menargetkan eliminasi malaria tingkat kabupaten.

"Surat keputusan dan peraturan bupati penetapan 118 kampung bebas malaria masih diproses oleh Bagian Hukum Setda Bintuni," kata Hotria.

Ia menjelaskan jumlah kasus positif malaria tahun 2023 di Teluk Bintuni ada 332 kasus, dan setelah dilakukan intervensi secara masif jumlah kasus mengalami penurunan menjadi 152 kasus pada 2024.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran kolaborasi antara pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan, mitra kerja (BP Tangguh), dan semua aparatur pemerintah kampung.

"Termasuk dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni. Jadi, keberhasilan ini berkat kerja sama semua pihak," ucap Hotria.

Ia mengakui bahwa selama pelaksanaan intervensi ada sejumlah kendala yang ditemukan, hal itu dipengaruhi minimnya pemahaman masyarakat terhadap penularan kasus malaria.

Pemerintah kemudian menggencarkan sosialisasi dan edukasi guna mendukung kegiatan intervensi seperti survei kontak setelah ditemukan adanya kasus positif di setiap kampung.

"Survei kontak radiusnya 100 meter dari rumah penderita. Langkah berikutnya adalah penyelidikan epidemiologi malaria," ujarnya.

Hasil penyelidikan epidemiologi, kata dia, kemudian dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam mencegah penularan malaria seperti pembagian kelambu atau lainnya.

Penularan kasus malaria rata-rata dipengaruhi mobilitas masyarakat dari wilayah yang berkategori endemis, namun enggan memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat.

"Kendala lapangan hanya itu saja karena masyarakat belum paham mana daerah endemis dan yang mana bukan," ucap Hotria Sitorus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Papua BaratNurmawati mengapresiasi keberhasilan 118 kampung di Teluk Bintuni yang mencapai eliminasi malaria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.