Penanggulangan Kemiskinan Belum Angkat Martabat Penduduk Miskin
📅 Senin, 19 Agu 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam kesempatan lain, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko mengatakan Indonesia memang seharusnya menjadi semakin baik.
Hal itu terjadi, kalau angka kemiskinan dan pengangguran turun, layanan kesehatan semakin baik, penyediaan infrastruktur dan segala segala sesuatu yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun yang harus menjadi perhatiaan dari perbaikan tersebut adalah apakah berkesinambungan atau kemudian malahan terjadi penurunan kinerja karena rendahnya kualitas pembiayaannya yang menimbulkan beban di kemudiaan hari.
Dia pun menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berbagai program dan proyek. "Bukan melakukan kesengajaan membiarkan terjadinya kolusi, korupsi dan nepotisme untuk menjadi komoditi penjerat politik masa berikutnya," kata Suhartoko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mendorong agar investasi yang mengerek banyak nilai tambah harus didukung agar menyerap banyak tenaga kerja sehingga menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Peningkatan investasi bisa dilakukan, namun harus mempertimbangkan ketergantungan dengan negara lain.
"Kemudahan kemudahan yang diberikan ke investor asing hanyalah solusi jangka pendek mengatasi gap tabungan dengan investasi. Jangka panjang dalam perspektif pembiayaan harus mewujudkan kemandirian ekonomi dan politik," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!