Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Baru Vietnam Kunjungi Beijing, Lawatan Perdana ke Luar Negeri

📅 Senin, 19 Agu 2024, 14:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemimpin Baru Vietnam Kunjungi Beijing, Lawatan Perdana ke Luar Negeri Doc: Al Jazeera/AFP/Andres Martinez Casares
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) menyapa pemimpin Vietnam To Lam setelah upacara penandatanganan di Balai Agung Rakyat di Beijing.

BEIJING - Pemimpin baru Vietnam To Lam bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada hari Senin (19/8), dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak diangkat menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis negara tersebut.

Xi menyambut Lam dengan parade militer di luar Aula Besar Rakyat, sebelum keduanya mengadakan pembicaraan dan menandatangani dokumen kerja sama di dalam gedung negara di Lapangan Tiananmen.

"Sebagai dua partai komunis yang berkuasa di dunia saat ini, Tiongkok dan Vietnam harus menjunjung tinggi semangat persahabatan yang asli, melanjutkan persahabatan tradisional… dan terus memperdalam komunitas takdir bersama Tiongkok-Vietnam yang penting secara strategis," kata Xi kepada Lam.

Mengucapkan selamat kepada Lam, Xi mengatakan bahwa jika kedua negara berpegang pada "usaha bersama untuk mempromosikan tujuan sosialisme dunia, kami percaya jalan kita akan semakin lebar."

Lam mengatakan, Xi telah membimbing Tiongkok menjadi "negara yang kuat dan makmur", dan memujinya karena mengembangkan "peran Beijing menuju perdamaian, kerja sama dan pembangunan di kawasan dan dunia".

Lam secara resmi ditunjuk sebagai pemimpin Vietnam awal bulan ini, dan meminta untuk "mempercepat" kampanye anti-korupsi yang telah menjerat ribuan orang.

Kenaikan jabatannya terjadi dua minggu setelah kematian Nguyen Phu Trong, pemimpin paling berkuasa di Vietnam dalam beberapa dekade, yang memimpin apa yang disebut sebagai tindakan keras terhadap korupsi.

Lam telah mengambil peran seremonial sebagai presiden pada bulan Mei setelah pendahulunya mengundurkan diri dalam menghadapi pembersihan besar-besaran anti-korupsi.

Namun kini sebagai sekretaris jenderal Partai Komunis Vietnam, Lam adalah tokoh paling berkuasa dalam struktur kepemimpinan negara tersebut.

Perjalanan tiga hari ke Tiongkok telah membawanya ke kota selatan Guangzhou.

Desember lalu, Tiongkok dan Vietnam berjanji untuk memperdalam hubungan bilateral ketika Xi mengunjungi negara tersebut, yang merupakan kunjungan pertamanya ke sana dalam enam tahun.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Vietnam dan Amerika Serikat meningkatkan hubungan diplomatik selama kunjungan Presiden AS Joe Biden pada bulan September.

Vietnam telah lama menerapkan pendekatan "diplomasi bambu", berupaya untuk tetap menjalin hubungan baik dengan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.