Obati Kerinduan, Chrisye Tampil di Indonesia Bertutur 2024
📅 Senin, 19 Agu 2024, 20:21 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
BADUNG - Penghujung acara mega festival Indonesia Bertutur (Intur) 2024 yang diadakan di Bali ditutup dengan penampilan Chrisye Live by Erwin Gutawa. Pertunjukkan musik yang diadakan di Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Sabtu (17/8) menampilkan suara asli penyanyi legendari dengan iringan musik secara langsung (live).
Konser yang diadakan olehDirektorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristekini menampilkan sekitar 15 lagu milik almarhum Chrisye. Lagu ini ada yang ditampilkan secara utuh atau bersambungan (medley) untuk mengatasi keterbatasan waktu.
Lagu-lagu yang ditampilkan kata Erwin Gutawa dipilih dengan cermat dari berbagai tahap karirnya, mulai dari tahun 1975 hingga 2005. Setiap lagu dibawakan dengan aransemen yang mendalam, diiringi oleh 12 musisi yang memainkan musik dengan kekuatan dan ketepatan tinggi.
Dibuka mulai pukul 21.00 WITA konser yang diadakan di panggung Virama dibuka dengan lagu Semusim. Lagu dari penyanyi Berlian Hutauruk dipopulerkan kembali oleh Chrisye pada tahun 1999 langsung membangkitkan keriuhan penonton yang tadinya hening.
Semusim menampilkan tarian kecak yang menjadi cukup relevan dengan Intur 2024 yang mengambil tema tema Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama. Filosofi subak yang diusung sarat akan makna keseimbangan hubungan antara manusia dengan pencipta, sesama, dan alam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lagu lainnya adalah Seperti yang Kau Minta, Kisah Cintaku, Kisah Kasih di Sekolah, Untukku, hingga Kala Cinta Menggoda yang agak nge-beat dan beberapa lagu lainnya termasuk lagu berbahasa Bali,Chopin Larug yang diciptakan Guruh Sukarno Putra. Tepat pukul 10:00 WIB Chrisye Live by Erwin Gutawa, ditutup dengan lagu Pergilah Kasih yang dirilis pada 1991.
Lirik lagu yang sekaligus menjadi judul album ini bercerita tentang pengkhianatan dan perpisahan. Pada akhir video ini Chrisye bergerak membelakangi panggung dan menghilang di balik tirai berwarna gelap, sekaligus menjadi akhir dari pertunjukan malam itu yang berakhir pada pukul22.00 WITA
Jika ditilik kembali dari lagu pertama hingga terakhir seolah 'menghidupkan' kembali Chrisye, sosok yang telah menjadi legenda di dunia musik Indonesia. Konser penuh suasana nostalgia, dengan iringan musikalisasi yang lebih segar, dan panggung yang modern dengan sentuhan tradisional adalah kelebihan lain dari pertunjukkan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jauh sebelum konser melakukan Erwin Gutawa mengatakan, ia perlu mengumpulkan dan menelaah arsip hasil karya dan pertunjukan musik Chrisye. Mulai dari awal karirnya dari tahun 1975 hingga tahun 2005. Lagu-lagu ini kemudian dijahit menjadi sebuah narasi baru yang disajikan dengan menggabungkan kecanggihan teknologi dan iringan musik secara langsung dengan melibatkan 12 musisi yang memainkan musik dengan kekuatan dan ketepatan tinggi
"Ada beberapafootagebaru yang kami temukan dan belum pernah kami gunakan sebelumnya, yakni konser Chrisye yang dilakukan di Bali. Pada penampilan tersebut nanti akan menampilkan lagu Bali dari konser terdahulu," ungkapnya sebelum pertunjukkan dimulai.
Ia menambahkan Chrisye Live by Erwin Gutawa, merupakan perpaduan antara vokal Chrisye dengan dipadukan dengan iringan musiklive,teknologi, dan tata panggung, dan unsur budaya Bali agar relevan dengan tema Subak.
"Ya mudah-mudahan orang juga bisa bernostalgia lah, jadi selain banyak nilai, yang mungkin salah satu terakhirnya adalah, mudah-mudahan bisa diinspirasi, para musisi muda," ungka Erwin.
Sementara itu, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024, Melati Suryodarmo menjelaskan, pihaknya berupaya menerjemahkan visi Indonesia Bertutur 2024 melalui program-program seni kontemporer dalam berbagai bidang. Sebagai seniman ini selalu menggali tradisi dan sejarah budaya untuk mendapatkan inspirasi baru dan melestarikannya.
"Sebagai seniman saya selalu tertarik dengan tradisi dan sejarah budaya. Saya percaya bahwa untuk menjaga keberlangsungan budaya, kita harus mau kembali melihat ke sejarah dan tradisi masa lampau," ujar Melati.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!