Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benarkah Bahasa Indonesia Miskin Kosakata? Ini Jawabannya

📅 Senin, 19 Agu 2024, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Proses pembentukan bahasa inilah yang membedakan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Dalam perkembangannya, banyak kosakata bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Dalam pemutahkhiran KBBI terbaru bulan Oktober 2023 lalu, entri kosakata baru yang ditambahkan didominasi kosakata serapan dan terjemahan dari bahasa daerah atau bahasa asing. KBBI sendiri dirumuskan oleh para ahli yang ditunjuk pemerintah dan diinstitusionalisasi di bawah Badan Bahasa untuk membentuk otoritas standardisasi bahasa.

Dari sini bisa kita lihat bahwa kosakata yang ada dalam KBBI merupakan bentuk "nation-state ideology" yang merupakan upaya "language purification" (membuat lebih banyak orang menggunakan bahasa Indonesia). Banyak kosakata bahasa Indonesia dalam KBBI yang terdengar tidak familiar dan tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena kosakata asli dari bahasa asing atau bahasa daerah lebih sering digunakan.

Dibandingkan bahasa Inggris, proses penambahan kosakata bahasa Inggris di kamus seperti Oxford Dictionary sedikit berbeda. Kosakata baru ditambahkan berdasarkan frekuensi penggunaannya dalam interaksi sosial, mulai dari lirik lagu, komunikasi online, hingga jurnal akademik.

Ini menyebabkan bahasa Inggris memiliki lebih banyak kosakata aktif dibandingkan bahasa Indonesia, sehingga dianggap lebih praktis untuk berinteraksi. Kosakata serapan atau terjemahan bahasa asing jarang ditambahkan sampai frekuensi penggunaannya oleh masyarakat tutur tinggi.

Jumlah kosakata bukan penentu

Meskipun begitu, anggapan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang malas merupakan asumsi prematur yang tidak berdasar. Secara keilmuan, bahasa bersifat dinamis dan berkembang sesuai dengan kebutuhan sosial melalui proses interaksi manusia. Jumlah, perubahan, dan hilangnya kosakata sering ditentukan oleh kontak sosial dengan penutur bahasa lain dan kemalasan penutur.

Ketika kontak sosial terjadi antara masyarakat yang memiliki latar belakang bahasa yang berbeda, terjadi benturan dua konsep realita sosial dan budaya. Tidak semua konsep realita dari bahasa sumber dapat diakomodasi oleh kosakata bahasa sasaran.

Contohnya, menunjukkan emosi dalam budaya Jepang dianggap tidak sopan, sehingga meskipun ada lebih dari lima juta kosakata dalam kamus bahasa Jepang, sangat kecil jumlah kosakata yang berhubungan dengan afeksi dan emosi. Akibatnya, bahasa Jepang dianggap kurang efektif untuk mengekspresikan emosi sehingga banyak bahasa Inggris yang diserap ke bahasa Jepang untuk mengungkapkan emosi.

Jumlah kosakata juga tidak bisa dijadikan penentu kemalasan penuturnya. Dalam bahasa Inggris, misalnya, kemalasan penutur dalam menggunakan banyak kosakata dan tata bahasa yang rumit ketika berinteraksi merupakan faktor penyebab munculnya kosakata baru. Ini mematahkan asumsi bahwa bahasa Inggris lebih detail dan lebih baik dari bahasa Indonesia yang malas, karena kemalasan penutur bahasa sifatnya universal.

Artinya, kemampuan sebuah bahasa untuk mengakomodasi detail dalam storytelling dan mengungkapkan emosi tidak terkait dengan jumlah kosakata dan kemalasan. Kosakata dalam kamus adalah bentuk politik bahasa elitis, sedangkan bahasa sehari-hari adalah cerminan kehidupan sosial dan budaya lisan masyarakat penutur bahasa tersebut.

Alih-alih membandingkan bahasa mana yang lebih baik dan menilai bahasa berdasarkan stereotip (prasangka) penuturnya, penggunaan bahasa semestinya dinilai dari fungsi komunikasinya berdasarkan konteks sosial penggunaannya.The Conversation

Udiana Puspa Dewi, Linguistic Anthropology Researcher, Lecturer English Literature BINUS University, Binus University

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.