Sampaikan Terima Kasih ke Jokowi, Ketua DPR Bicara Kesetaraan Gender Sambut HUT RI
📅 Jumat, 16 Agu 2024, 14:23 WIB | Oleh: Tim PenulisPuan menegaskan, perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk maju, sejahtera, berkarya, berprestasi, dan hak yang sama dalam pekerjaan serta jabatan-jabatan publik.
"Ayo perempuan Indonesia, tunjukanlah bahwa kita adalah perempuan-perempuan hebat!" ucap Puan.
Di sisi lain, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan pembangunan nasional ke depan memiliki sejumlah agenda strategis. Oleh karenanya, Puan menyebut mempersiapkan dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sangat penting.
"Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi; persaingan global; ekonomi digital; ekonomi disruptif; generasi muda yang terus bertumbuh dengan karakternya," tambah Doktor Honoris Causa itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puan menilai, SDM yang tangguh akan menjadi penggerak kemajuan Indonesia. Ia juga menyebut kerja untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan adalah menjadi tugas seluruh anak bangsa.
"Tugas seluruh komponen bangsa, laki-laki dan perempuan, semua generasi: generasi baby boomers, generasi X, generasi milenial, generasi Z. Pokoknya seluruh rakyat Indonesia," sebut Puan.
Puan mengibaratkan kerja bersama ini seperti meletakkan satu persatu batu peradaban bangunan Indonesia sehingga menjadi rumah Indonesia yang kokoh, tentram dan sentosa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Batu peradaban tersebut direkatkan oleh kepentingan bersama; kepentingan bangsa dan negara; kepentingan rakyat. Tanpa perekat yang kuat maka susunan batu rumah Indonesia akan mudah roboh dan hancur," sebutnya.
"Kita membutuhkan perekat yang kuat bagi persatuan dan kesatuan Indonesia," tambah Puan.
Puan lalu mengingatkan, sejak Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945, bangsa ini terdiri atas berbagai suku, kepercayaan, agama, bahasa, budaya, dan mendiami di 17.000 berbagai pulau Nusantara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa dengan berbagai keragaman.
"Lihat saja keragaman budaya daerah dalam memberikan salam yang penuh dengan kearifan lokal. Suku Batak: Horas, Suku Lampung-Komering: Tabik Pun, Suku Jawa: Rahayu yang artinya 'Selamat, sejahtera, beruntung, terhindar dari malapetaka atau kesengsaraan', Suku Sunda: 'Sampurasun, sampurna ning ingsun yang artinya semoga diri Anda dalam kondisi sempurna," urainya.
"Suku Dayak: 'Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka'Jubata yang artinya adil ke sesama, bercermin ke surga, dan bernapas kepada Tuhan'. Suku Bugis-Makassar: Salamaki Tapada Salama, Suku Minahasa: Tabea, Minang: Ba'a kaba?, Bali: Om swastiastu!, Papua: Nara gerotelo dan seterusnya begitu banyaknya kearifan budaya daerah," sambung Puan.
Puan menegaskan, keberagaman Indonesia tidak mungkin dihilangkan sebab keberagaman adalah kekayaan Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!