Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Rentan Terhadap Fluktuasi Ekonomi Global

📅 Rabu, 14 Agu 2024, 00:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Rentan Terhadap Fluktuasi Ekonomi Global Doc: istimewa

JAKARTA - Perekonomian global masih dibayangi risiko ketidakpastian, terutama dari timbulnya potensi resesi ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Kondisi itu makin parah karena sentimen yang memproyeksikan Bank Sentral AS, Federal Reserve atau the Fed akan menunda pemangkasan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR).

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, Selasa (13/8), mengatakan potensi resesi itu muncul setelah data ketenagakerjaan di AS dilaporkan yang membuat pasar bereaksi sedemikian volatile-nya karena mengharapkan Fed Fund Rate akan turun, bahkan ada yang berspekulasi akan ada pertemuan emergency sebelum September.

"Ternyata, itu belum terjadi, dan menandakan market begitu cepat berubah dari sisi psikologis berdasarkan issuance data yang terjadi dan dampaknya luar biasa besar," kata Menkeu.

Saat ini, the Fed masih menahan suku bunga acuannya di level 5,25-5,50 persen.

Dengan tingkat suku bunga yang masih tinggi beserta tingkat pengangguran AS yang naik tipis menjadi 4,0 persen, pemerintah AS khawatir akan mengalami hard landing.

Volatilitas perekonomian domestik AS itu, kata Menkeu, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut.

Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS terakhir, para pemberi kerja AS menambahkan 272.000 pekerjaan pada Mei 2024, lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Meskipun demikian, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,0 persen.

"Namun, kemarin dengan data yang muncul labor market agak soft mereka khawatir akan terjadi hard landing.

Inilah yang terjadi pada Minggu lalu yang menjelaskan volatilitas yang cukup besar dari sisi perekonomian AS yang berpengaruh getarannya ke seluruh dunia," katanya.

Tidak hanya di AS, Eropa hingga Tiongkok juga tengah mengalami pemulihan ekonomi yang masih lemah dan rentan (fragile).

Prospek pertumbuhan ekonomi Tiongkok melemah di tengah krisis sektor properti serta mengingat situasi tensi dagang dengan AS.

Tekan Investasi dan Konsumsi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.