Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN Minta Daerah Prioritaskan Pengadaan Kontrasepsi Jangka Panjang

📅 Rabu, 14 Agu 2024, 00:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Minta Daerah Prioritaskan Pengadaan Kontrasepsi Jangka Panjang Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (tengah) dalam acara pertemuan para pengelola ketersediaan alat kontrasepsi di DI Yogyakarta, Minggu (11/8/2024).

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo meminta daerah memprioritaskan pengadaan alat kontrasepsi jangka panjang.

"Kepala Perwakilan BKKBN provinsi agar dalam merencanakan kebutuhan dan pengadaan mengutamakan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD dan implan) dibanding alat kontrasepsi lainnya seperti kondom, pil, dan suntik," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Hasto menegaskan di antara negara lain, Indonesia paling besar menggunakan anggaran untuk kontrasepsi, yakni 70 persen yang dibeli dengan anggaran pemerintah, sedangkan sisanya masyarakat dapat membeli secara mandiri.

"Saya yakin apabila alat kontrasepsi yang disediakan negara habis, masyarakat pengguna suntik dan pil tetap akan menggunakan dengan membeli secara mandiri karena harganya terjangkau," ujar dia.

Ia berharap menjelang pemerintahan yang baru, pengadaan alat kontrasepsi tidak turun atau minimal sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Berbeda kalau susuk, begitu tidak ada stoknya, akseptor berat karena harganya mahal. Oleh karena itu, kami akan perjuangkan ke depan di pemerintahan baru alat dan obat kontrasepsi jangan turun, minimal sama," ucapnya.

Ia optimistis bahwa pemerintahan baru akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada BKKBN yang bekerja untuk menciptakan SDM unggul demi Indonesia maju melalui penyediaan alat kontrasepsi jangka panjang.

"Dalam memperhitungkan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi itu rantai pasoknya otomatis. Harapannya prinsipfirst in-first outdipegang teguh. Jadi, di daerah itu simpulnya, pelaporan, dan input datanya jalan. Jadi, secarareal timekita tahu mana yang stoknya habis dan mana yang kelebihan stok. Harapan saya ini objektif dan jelas," paparnya.

Terkait kepesertaan KB di wilayah khusus, Hasto berpesan agar para Kepala Perwakilan BKKBN memperluas pemaknaan wilayah khusus.

"Wilayah khusus tidak semata terbatas pada daerah tertinggal, terpencil, dan sulit perbatasan saja. Maka, wilayah khusus juga harus dimaknai sebagai daerah dengan capaian rendah karena tingkat penggunaan alat kontrasepsi modern (mCPR) rendah tetapiunmet need(kebutuhan KB tidak terpenuhi) dan angka kelahiran total (TFR) tinggi," tuturnya.

Menurutnya, masih banyak wilayah yang KB-nya rendah dan angka kelahirannya tinggi, sehingga harus diprioritaskan sebagai wilayah khusus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.