Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anak-anak Indonesia Paling Berisiko Dampak Perubahan Iklim

📅 Senin, 12 Agu 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Anak-anak Indonesia Paling  Berisiko Dampak Perubahan Iklim Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rini Handayani.

KemenPPPA berupaya melakukan mitigasi dan adaptasi untuk meningkatkan resiliensi anak dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim. Indonesia berada di peringkat 46 dari 163 negara untuk indeks resiko iklim pada anak.

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan pentingnya membentuk resiliensi dan kesiapsiagaan anak terhadap bencana guna menghadapi kompleksitas akibat dari perubahan iklim.

"Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kompleks ini, penting untuk meningkatkan resiliensi anak dalam menghadapi dan merespons dampak perubahan iklim, melibatkan mereka dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga secara daring dalam kegiatan Sehari Bermain Bersama Anak di Jakarta, kemarin.

Terlebih, lanjutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam ekosistem dan masyarakat serta berada di kawasan ring of fire sehingga perubahan iklim menimbulkan tantangan khusus yang harus dihadapi oleh anak terutama yang tinggal di daerah rawan bencana dan lingkungan rentan.

Laporan UNICEF tahun 2021 menyimpulkan Indonesia berada pada peringkat 46 dari 163 negara berdasarkan indeks risiko iklim pada anak. Rangking tersebut berarti anak-anak di Indonesia paling berisiko mengalami dampak dari perubahan iklim yang terjadi di wilayah Indonesia.

Sementara itu, laporan global Save the Children "Born into the Climate Crisis" pada September 2021 menjelaskan krisis iklim secara global membawa dampak nyata yang sudah dirasakan oleh anak-anak saat ini.

Anak-anak yang lahir tahun 2020 akan menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali lebih banyak mengalami kekeringan serta 3 kali lebih banyak gagal panen.

Kondisi perubahan iklim tersebut diikuti dengan munculnya berbagai isu permasalahan lain seperti isu kesehatan, ISPA, diare, DBD, isu pendidikan sulitnya mengakses pendidikan akibat adanya bencana, dan bahkan isu ekonomi seperti kemiskinan hingga kerawanan pangan.

Oleh karena itu, Bintang mengingatkan penting bagi semua pihak untuk senantiasa meningkatkan kesadaran dan penguatan peran anak dalam upaya mitigasi risiko dan penanggulangan dampak buruk dari perubahan iklim sembari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Perhatian Pemerintah

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rini Handayani, menyatkan, pemerintah tengah mengkaji keberlanjutan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Menurutnya, selama ini sudah banyak praktik baik dari DRPPA dan mesti terus berlanjut pada pemerintahan selanjutnya.

"Ini tentunya akan berlanjut karena ini tidak hanya kalau kita bangun jembatan bisa terlihat langsung, kalau membangun manusia ini akan terlihat nanti," ujar Rini, kepada Koran Jakarta, Minggu (11/8).

Dia menerangkan, saat ini Kementerian PPN/Bappenas tengah mengkaji dampak DRPPA di tiga wilayah. Jika keberhasilannya terasa, maka DRPPA akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Rini menambahkan, keberlanjutan DRPPA sangat penting sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, dengan memenuhi kebutuhan dan hak kelompok tersebut, maka 65 persen penduduk di Indonesia sudah terfasilitasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

22 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.