Pengadilan Thailand Bubarkan Partai Reformis, Pita Dilarang Berpolitik
📅 Kamis, 08 Agu 2024, 12:43 WIB | Oleh: Tim PenulisHuman Rights Watch (HRW) yang berkantor pusat di New York mengatakan hukum lese-majeste secara rutin digunakan untuk membungkam perbedaan pendapat politik.
Pihak berwenang Thailand mengadili sedikitnya 258 orang tahun lalu atas tuduhan lese-majeste terkait dengan aktivitas yang dilakukan pada protes demokrasi atau komentar yang dibuat di media sosial, kata HRW dalam Laporan Dunia 2024.
Thailand, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, dikenal karena ketidakstabilan kronisnya, belasan kudeta terjadi sejak berakhirnya monarki absolut pada tahun 1932.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!