Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panjat Tebing Putri Gagal

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 06:58 WIB | Oleh:
Panjat Tebing Putri Gagal Doc: Jonathan NACKSTRAND / AFP
Ket. berkompetisi I Emma Hunt (kiri) dari AS berkompetisi melawan Rajiah Sallsabillah dari Indonesia pada perempat final olahraga panjat tebing putri pada Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget Sport Climbing Venue, Le Bourget, Rabu (7/8).

JAKARTA - Indonesia gagal meraih medali dari nomor speed putri panjat tebing Olimpiade 2024 di Le Bourget Sport Climbing Venue, Rabu (7/8). Dua pemanjat tebing Indonesia yang lolos ke babak sistem gugur Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah, gagal mencapai final.

Di perempat final, Rajiah membukukan waktu 6,54 detik untuk mengalahkan Emma Hunt dari Amerika Serikat (7,98 detik). Desak memiliki waktu 6,369 kalah tipis dari Deng Lijuan asal Tiongkok (3,363 detik).

Di semifinal, Rajiah memiliki waktu 6,41 detik saat melawan Deng yang mencatatkan waktu 6,38 detik. Dalam perebutan perunggu Olimpiade 2024, Rajiah menghadapi Aleksandra Kalucka asal Polandia. Dia membukukan 8,24 detik karena terpeleset. Lawannya memiliki 6,53 detik.

Indonesia masih memiliki wakil di cabor panjat tebing. Veddriq Leonardo melanjutkan perjuangan di speed putra usai mencapai babak perempat final yang akan berlangsung Kamis (8/8). Dia melaju setelah sempat menyamai rekor dunia dalam kualifikasi.

Kegagalan Desak dan Rajiah membuat koleksi medali Indonesia di Olimpiade 2024 tidak bertambah. Sebelumnya tunggal putri bulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung mempersembahkan medali perunggu. Selain Veddriq, harapan lain ada di cabor angkat besi melalui Eko Yuli Irawan (-61kg putra), Rizki Juniansyah (-73kg putra), dan Nurul Akmal (+81kg putri). ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.