Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Tarik Staf Non-Esensial dari Misi Diplomatik di Bangladesh

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
India Tarik Staf Non-Esensial dari Misi Diplomatik di Bangladesh Doc: Antara/HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. ilustrasi aksi unjuk rasa mahasiswa di Dhaka, Bangladesh.

New Delhi - Pemerintah Indiatelah menarik staf "non-esensial" beserta keluarga mereka dari Komisi Tinggi India di Bangladesh, menurut beberapa sumber pada Rabu.

Sumber tersebut menyebutkan pemulangan "staf non-esensial dan keluarga mereka dari Komisi Tinggi India di Dhaka dilakukan secara sukarela melalui penerbangan komersial."

Mereka telah tiba di India pada Rabu pagi.

Namun, para diplomat India akan tetap di Komisi Tinggi di Dhaka, kata sumber tersebut, seraya menambahkan, "Komisi Tinggi tetap berfungsi."

Pemerintah India pada Selasa (6/8) mengonfirmasi bahwa mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina berada di India dan mengatakan bahwa dia telah meminta "persetujuan untuk datang ke India untuk saat ini."

Dalam penjelasannya kepada parlemen pada Selasa, Menteri Luar Negeri S. Jaishankar mengatakan bahwa ada sekitar 19 ribu warga negara India di Bangladesh, dengan sekitar 9 ribu di antaranya adalah pelajar.

Hasina melarikan diri dari Bangladesh pada Senin setelah beberapa pekan terjadi protes keras terkait kuota pekerjaan di pemerintah.

Panglima militer negara itu, Jenderal Waker-uz-Zaman, dalam pidatonya kepada rakyat, mengatakan bahwa sang perdana menteri telah mengundurkan diri dan pemerintahan transisi akan dibentuk.

Peraih Nobel Mohammad Yunus telah ditunjuk sebagai kepala lembaga transisi.

Hasina, yang telah berkuasa selama 15 tahun, belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai peristiwa yang terjadi.

Dalam wawancara dengan harian The New Indian Express, Yunus berkata, "Saya menyalahkan India karena memiliki hubungan baik dengan orang yang salah."

"Anda memiliki kebijakan terhadap Bangladesh. Mohon tinjau kembali kebijakan luar negeri Anda. Anda memberi selamat kepada orang-orang atas pemilihan umum yang tidak pernah diadakan," tambahnya.

Bangladesh mengadakan pemilihan umum pada Januari yang diboikot oleh sejumlah partai oposisi dan partai Liga Awami Hasina memenangkan hampir semua kursi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.