Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dian Sastro Nilai Seni Tradisional Perlu Dikemas Modern

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 19:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dian Sastro Nilai Seni Tradisional Perlu Dikemas Modern Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Dian Sastrowardoyo

GIANYAR - Aktris Dian Sastrowardoyo menilai seni tradisional perlu dikemas dengan sentuhan teknologi modern agar menyesuaikan dengan kebutuhan generasi saat ini.

"Kita juga harus menjawab kebutuhan penonton yang sekarang sudah semakin modern," kata Dian Sastrowardoyo usai menyaksikan pembukaan Festival Indonesia Bertutur 2024 di Lapangan Chandra Muka Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (7/8) malam.

Dian yang didapuk menjadi ikon Indonesia Bertutur 2024 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu menjelaskan generasi modern menikmati seni dengan beragam cara dan bentuk, tidak hanya seni pertunjukan tapi juga menikmatinya melalui film, instalasi seni, dan bentuk seni lainnya.

Untuk itu, artis seni peran itu pun mengajak masyarakat termasuk generasi muda untuk menyambangi Festival Indonesia Bertutur 2024 yang digelar Kemendikbudristek di Bali, yang juga sebagai bentuk menghargai seni budaya tanah air.

Festival tersebut diadakan di Ubud dan Batubulan, keduanya berada di Kabupaten Gianyar, dan Nusa Dua di Kabupaten Badung pada 7-18 Agustus 2024.

"Semua bisa dinikmati di sini, ada instalasi seni, tari, pertunjukan, film, film karya Garin yaitu Samsara yang susah ditonton di mana-mana jadi kalau datang ini akan sangat beruntung sekali," imbuh perempuan berusia 42 tahun itu.

Di sisi lain ia juga merasa bersyukur ditunjuk sebagai Ikon Indonesia Bertutur 2024 karena memiliki kesempatan untuk menampilkan film pendek karyanya yang akan ditayangkan pada Festival Indonesia Bertutur 2024 di salah satu galeri seni di Ubud, Kabupaten Gianyar, pada 13 Agustus 2024.

"Seperti apa jadinya? Nanti tinggal nonton di layarambha 13 Agustus di Ubud," kata Dian.

Tahun ini Festival Indonesia Bertutur 2024 mengambil tempat di Bali karena terinspirasi dari Subak atau sistem irigasi tradisional Bali yang menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2012.

Pada pelaksanaan festival pertama pada 2022 diadakan di Candi Borobudur karena kawasan bersejarah itu dinobatkan sebagai warisan budaya dunia pada 1991 oleh UNESCO. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.