Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puskesmas Tebet Percontohan Layanan Integral

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puskesmas Tebet Percontohan Layanan Integral Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Puskesmas Percontohan -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono meninjau Puskesmas Tebet, Jakarta, Selasa (6/8). Puskesmas ini terpilih menjadi percontohan Integrasi Layanan Primer (ILP) bidang kesehatan. Tujuannya, untuk menghubungkan beragam siklus kehidupan dari bayi, anak, dewasa, hingga lanjut usia.

JAKARTA - Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, terpilih sebagai percontohan Integrasi Layanan Primer (ILP) bidang kesehatan bagi Puskesmas lain di Jakarta Selatan. "Saya titip kepada Kepala Puskesmas Tebet agar bisa menjadi konsep percontohan bagi puskesmas lainnya," kata Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono saat meresmikan Puskesmas Tebet di Jakarta Selatan, Selasa.

Puskesmas yang menjadi ILP bertujuan untuk menghubungkan beragam siklus kehidupan mulai dari bayi, anak, dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Hal ini akan membuat pelayanan lebih maksimal karena berada di satu atap.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilihat dari penyakit, melainkan juga melakukan pemeriksaan secara utuh melalui kelompok umur dan lingkungan pasien. Diharapkan masyarakat setiap kalangan usia merasakan kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan sehingga bisa mendapatkan layanan terbaik. Jangan malas untuk berobat karena sekarang sudah terintegrasi. Ini terutama masyarakat Tebet dan sekitarnya.

Terlebih, sejauh ini tercatat sekitar 40-50 persen masyarakat berdomisili di luar Jakarta yang memilih berobat ke rumah sakit di sini. Maka dari itu, dengan adanya Puskesmas terintegrasi ini diharapkan bisa memacu masyarakat kota aglomerasi Jakarta berobat. Dengan demikian bisa tercipta pelayanan kesehatan yang prima.

"Harapan kami nanti bisa memberikan bimbingan kepada teman-teman di kota-kota aglomerasi sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya. Sebab semua bisa dilakukan di lingkungan terdekat melalui layanan ILP.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan dalam Puskesmas integrasi berfokus untuk tindakan promotif dan preventif agar masyarakat tetap terjaga kesehatannya. "Selama ini terlalu banyak waktu dan uang yang dihabiskan hanya untuk mengurusi orang sakit. Padahal yang benar kita harus menjaga agar orang tetap sehat," ujar Budi.

Sebanyak 44 Puskesmas yang tersebar di enam wilayah Provinsi Jakarta telah menerapkan integrasi pelayanan kesehatan primer. Kementerian Kesehatan merevitalisasi layanan primer yang diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan tiga fokus utama.

Tiga fokus utama itu meliputi siklus kehidupan sebagai fokus pelayanan kesehatan, memperkuat promosi dan pencegahan, serta resiliensi terhadap pandemi hingga tingkat desa/kelurahan. Terakhir memperkuat pemantauan wilayah setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bogor Bongkar JPO Paledang

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Bongkar JPO Pa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.