Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seni Cadas Manusia Purba Tertua di Dunia Ditemukan di Maros Sulsel

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 14:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seni Cadas Manusia Purba Tertua di Dunia Ditemukan di Maros Sulsel Doc: The Conversation/BRIN
Ket. Lokasi gua kapur Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Rino Putama, The Conversation

Sebuah penemuan luar biasa telah mengungkap sejarah seni manusia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lukisan gua yang menggambarkan tiga figur menyerupai manusia sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan, ditemukan oleh tim penelitian kerjasama antara Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Southern Cross University di gua kapur Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Para peneliti memperkirakan lukisan ini setidaknya berusia 51.200 tahun, menjadikannya salah satu karya seni cadas tertua di dunia. Penemuan ini sekaligus membuka pemahaman kita mengenai asal-usul seni paling awal dalam kehidupan manusia.

Tim peneliti menggunakan metode analisis mutakhir, yakni ablasi laser U-series (LA-U-series), untuk mendapatkan pertanggalan akurat di lapisan tipis kalsium karbonat yang terbentuk di atas seni cadas tersebut. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa manusia purba di Sulawesi mampu berkomunikasi dalam bentuk cerita sejak lebih dari 51.200 tahun yang lalu.

Selain lukisan purba di Leang Karampuang, tim peneliti juga melakukan pertanggalan ulang pada kandungan kalsium karbonat yang melapisi lukisan gua di situs Leang Bulu' Sipong 4 di Maros Pangkep. Lukisan gua ini menampilkan adegan sosok yang diinterpretasikan sebagai therianthropes (setengah manusia, setengah hewan) yang sedang berburu babi rusa dan anoa. Lukisan purba ini sebelumnya sudah pernah diteliti dengan hasil pertanggalan setidaknya 44.000 tahun yang lalu. Melalui metode terbaru, seni cadas tersebut tercatat berumur 4.000 tahun lebih tua, yaitu sekitar 48.000 tahun.

Temuan ini membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang asal-usul seni manusia dan menjadi rujukan penting bagi para ilmuwan di seluruh dunia.

Hal tersebut juga menekankan pentingnya riset arkeologi jangka panjang dan kolaboratif dalam menghasilkan kontribusi yang signifikan bagi ilmu pengetahuan dan memotivasi para arkeolog untuk terus mengkaji kebudayaan purbakala serta melestarikan warisan budaya nusantara.

Dalam Research Findings episode kali ini, kami berbincang dengan salah satu tim peneliti Adhi Oktaviana, ahli seni cadas Indonesia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sedang menjalani program doktoral di Griffith Centre for Social and Cultural Research (GCSCR).

Simak videonya disini:

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik link dibawah ini:

YouTube The Conversation Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.